klikwartaku.com
Beranda Lifestyle Warga Kalbar Apresiasi Bantuan Negara Sahabat, Herman Hofi Tekankan Pengawasan Ketat

Warga Kalbar Apresiasi Bantuan Negara Sahabat, Herman Hofi Tekankan Pengawasan Ketat

KLIKWARTAKU — Warga Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan kemanusiaan yang diberikan negara sahabat kepada masyarakat Indonesia.

Namun, di tengah bantuan tersebut, aspek kedaulatan dan keamanan nasional dinilai tetap harus menjadi prioritas. Bantuan kemanusiaan harus dipastikan berjalan sesuai tujuan, tanpa membuka celah yang dapat mengganggu kepentingan strategis Indonesia.

Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dr. Herman Hofi Munawar, mengatakan koordinasi dan pengawasan di lapangan merupakan hal yang wajar dalam setiap kegiatan yang melibatkan personel maupun unsur asing.

Menurutnya, seluruh aktivitas harus tetap berada di bawah kendali pihak berwenang Indonesia.

“Warga Kalbar sangat berterima kasih atas kepedulian negara melalui bantuan kemanusiaan dari negara sahabat. Namun, tentunya tetap waspada terhadap kedaulatan dan keamanan nasional harus menjadi prioritas utama,” ujar Herman Hofi, Jumat (11/9/2026).

Ia menilai, dalam hubungan internasional dan aspek pertahanan, kewaspadaan bukan berarti menolak bantuan. Sebaliknya, pengawasan diperlukan agar misi kemanusiaan tetap berjalan secara profesional dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan lain.

Herman Hofi juga mengingatkan adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu yang berupaya membonceng kegiatan kemanusiaan untuk menjalankan aktivitas intelijen yang berpotensi merugikan kepentingan bangsa dan negara.

Meski demikian, ia meyakini aparat dan instansi terkait telah memiliki langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan tersebut.

“Dalam situasi seperti ini kita yakin pihak-pihak yang berwenang sudah mengantisipasinya,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh pergerakan dan zona operasi personel asing perlu mendapatkan pengawasan yang jelas. Personel asing yang menjalankan misi kemanusiaan, menurutnya, harus didampingi secara ketat oleh personel TNI/Polri dan bekerja dalam batas wilayah operasi yang telah ditentukan.

Selain itu, akses terhadap informasi yang bersifat strategis juga harus menjadi perhatian.

Herman Hofi menekankan bahwa peta navigasi strategis, jaringan komunikasi internal pertahanan, serta data geospasial yang bersifat sensitif harus tetap berada di bawah kendali penuh pihak Indonesia.

Tidak hanya personel, setiap peralatan teknis yang dibawa masuk dari luar negeri juga perlu melalui proses verifikasi dan perizinan sesuai ketentuan dari kementerian atau lembaga terkait.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan kemanusiaan dan kepentingan keamanan nasional.

Menurut Herman Hofi, sikap kritis masyarakat justru diperlukan sebagai bentuk pengawasan publik. Masyarakat tidak perlu menolak bantuan kemanusiaan, tetapi tetap harus memastikan seluruh proses berlangsung transparan, terukur dan sesuai aturan.

“Sikap kritis masyarakat seperti ini penting untuk memastikan bahwa aksi kemanusiaan tetap murni berjalan sesuai tujuannya tanpa mengabaikan aspek keamanan negara,” tegasnya.

Bagikan:

Iklan