Kemkomdigi Siapkan Uji Sistem Portal Bansos
Pengujian dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan akses karena portal tersebut diproyeksikan digunakan sekitar 50 juta masyarakat secara nasional. Selain kapasitas sistem, pemerintah juga memastikan keamanan layanan dan perlindungan data masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan keandalan sistem menjadi perhatian utama mengingat besarnya jumlah pengguna yang diperkirakan mengakses layanan tersebut.
“Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,” ujar Meutya.
Kemkomdigi akan melakukan pengujian bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Stress test dan load test ditujukan untuk mengukur kemampuan sistem menghadapi beban akses tinggi sekaligus memastikan aspek keamanan tetap terjaga.
“Kita tadi juga sudah sepakat di bawah arahan Pak Luhut untuk melakukan stress test dan load test, bekerja sama tentu dengan BSSN untuk memastikan tadi keandalannya,” kata Meutya.
Selain pengujian teknis, pemerintah akan mengatur pola akses masyarakat guna mencegah penumpukan permintaan dalam waktu bersamaan. Langkah tersebut diharapkan menjaga layanan tetap optimal ketika diterapkan secara nasional.
Digitalisasi bansos sebelumnya telah melalui tahap piloting di sejumlah daerah. Setelah berjalan di 215 kabupaten, pemerintah kini menyiapkan perluasan layanan ke seluruh Indonesia.
“Masyarakat sangat antusias, ini ditunggu-tunggu, dan karena itu, kita akan lakukan rollout nasional, tidak hanya lagi di 215 kabupaten,” ujar Meutya.
Selain kesiapan infrastruktur dan keamanan sistem, pemerintah juga menaruh perhatian pada akurasi data penerima bansos. Kemkomdigi bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyiapkan mekanisme sanggah secara digital.
Melalui mekanisme tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keberatan apabila menemukan data yang tidak sesuai sekaligus mengajukan perbaikan melalui sistem.
“Ketika ada data yang salah, silakan, kita juga sudah menyiapkan mekanisme sanggah secara sistem. Mekanisme sanggah juga sudah siap untuk kemudian data selalu diperbaiki,” kata Meutya.
Mekanisme sanggah memungkinkan pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan setelah layanan diterapkan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga dapat berperan dalam memperbaiki data penerima manfaat.
Kemkomdigi memastikan kesiapan infrastruktur, keamanan sistem, serta mekanisme pemutakhiran data menjadi bagian utama persiapan rollout nasional digitalisasi bansos pada Oktober mendatang.***









