Trump Gunakan Jamuan Wartawan Gedung Putih untuk Sindir Media, Hubungan dengan Pers Kembali Memanas
KLIKWARTAKU — Jamuan tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA) yang biasanya menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan media berubah menjadi panggung sindiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap para jurnalis. Dalam pidatonya, Trump kembali melontarkan kritik kepada media yang selama ini kerap berseberangan dengannya, meski acara tersebut digelar untuk merayakan kebebasan pers.
Acara yang sempat dibatalkan tiga bulan lalu akibat insiden penembakan itu akhirnya digelar kembali pada Jumat malam waktu setempat di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, dengan pengamanan yang jauh lebih ketat.
Di hadapan ratusan wartawan dari berbagai media, termasuk organisasi berita yang pernah berselisih secara hukum dengannya seperti The New York Times, CNN, dan The Wall Street Journal, Trump memulai pidato dengan nada santai sebelum beralih melontarkan kritik tajam.
Trump membuka pidatonya dengan gurauan bahwa penyelenggaraan acara untuk kedua kalinya terasa lebih baik dibanding sebelumnya. Ia bahkan sempat mengatakan menghormati sebagian besar insan pers yang hadir.
Namun suasana berubah ketika Trump kembali menggunakan istilah “fake news” untuk menyebut sebagian media dan menuduh banyak wartawan di ruangan mengalami apa yang ia sebut sebagai “Trump Derangement Syndrome”, istilah yang sering dipakai pendukungnya untuk menggambarkan pihak-pihak yang dinilai terlalu membenci dirinya.
Presiden AS itu juga melontarkan sejumlah sindiran langsung kepada beberapa jurnalis yang hadir, diselingi kritik terhadap tokoh Partai Demokrat dan sejumlah figur publik. Meski demikian, Trump tetap menegaskan pentingnya menjaga kebebasan berpendapat. Menurutnya, perbedaan pandangan di Amerika harus diselesaikan melalui perdebatan terbuka, bukan dengan kekerasan.
Jamuan tahun ini berlangsung dalam suasana berbeda setelah insiden penembakan yang mengguncang acara serupa pada April lalu.
Presiden WHCA, Weijia Jiang, mengatakan organisasi wartawan Gedung Putih tidak akan membiarkan aksi kekerasan mengubah tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia memastikan jamuan tahun depan akan kembali digelar di Washington Hilton, lokasi tempat insiden tersebut terjadi.
Sementara itu, petugas Secret Service, Victor Gonzalez, yang terlibat menggagalkan serangan saat penembakan berlangsung menerima penghargaan langsung dari Trump atas tindakannya. Dalam pidatonya, Trump mengulang pernyataan yang pernah ia sampaikan setelah insiden tersebut. “Pertunjukan harus tetap berjalan,” katanya.
Trump juga beberapa kali memancing tawa hadirin dengan melontarkan candaan mengenai kemungkinan dirinya kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Ia sempat mengenakan topi bertuliskan “Trump 2028” dan bercanda bahwa dirinya berniat maju untuk masa jabatan berikutnya.
Dalam bagian lain pidatonya, Trump bahkan bergurau ingin mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai presiden Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai lelucon, namun kembali mengingatkan publik pada pernyataannya dalam beberapa kesempatan sebelumnya mengenai kemungkinan menjabat lebih dari dua periode.
Padahal, Amandemen ke-22 Konstitusi Amerika Serikat membatasi seorang presiden hanya dapat menjabat selama dua masa jabatan. Pidato Trump mencerminkan hubungan yang belum sepenuhnya membaik antara Gedung Putih dan media nasional.
Pekan lalu, Trump bahkan mengancam akan mencabut izin siaran sejumlah jaringan televisi yang tidak menayangkan pidato utamanya mengenai keamanan pemilu. Meski sering mengkritik media, Trump tetap memberikan penghargaan kepada sejumlah jurnalis dalam acara tersebut.
Salah satunya adalah tim investigasi The Wall Street Journal yang menerima penghargaan atas laporan mengenai hubungan Trump dengan mendiang pemodal Jeffrey Epstein. Trump berdiri dan menyalami para penerima penghargaan, termasuk tim dari media yang selama ini kerap memberitakan dirinya secara kritis.
Jamuan tahun ini dihadiri sekitar 700 tamu, jauh lebih sedikit dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang mencapai lebih dari 2.000 orang. Pengamanan dilakukan secara berlapis. Sejumlah ruas jalan di sekitar hotel ditutup, sementara polisi, Garda Nasional, dan Secret Service berjaga di berbagai titik.
Seluruh tamu diwajibkan melewati pemeriksaan identitas dan pemindaian keamanan sebanyak dua kali sebelum memasuki lokasi acara. Pelaku penembakan pada April lalu, Cole Tomas Allen (31), kini menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat setelah berhasil dilumpuhkan aparat sebelum mencapai ruang utama tempat jamuan berlangsung.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Direktur FBI Kash Patel, Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, serta Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche.
Jamuan wartawan Gedung Putih tahun ini pun kembali menunjukkan bahwa hubungan antara Presiden Donald Trump dan media Amerika masih diwarnai ketegangan, bahkan dalam forum yang selama ini menjadi simbol penghormatan terhadap kebebasan pers dan demokrasi.***










