Inggris Kecam Tembakan Peringatan Kapal Perang Rusia di Selat Inggris, Starmer Sebut Tindakan Ceroboh
KLIKWARTAKU — Ketegangan antara Inggris dan Rusia kembali memanas setelah sebuah kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan terhadap kapal pesiar sipil berbendera Inggris di dekat Selat Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang ceroboh dan tidak seharusnya terjadi.
Peristiwa yang melibatkan kapal pesiar bernama Bright Future itu terjadi pada Selasa (16/6/2026) ketika pasangan warga Inggris sedang berlayar di perairan sekitar 20 mil laut atau sekitar 37 kilometer di selatan Pulau Isle of Wight.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, fregat Admiral Grigorovich melepaskan tembakan peringatan setelah awak kapal mendeteksi kapal pesiar tersebut berada pada jalur yang berpotensi menimbulkan tabrakan.
Pihak Rusia mengklaim telah berupaya menghubungi kapal sipil tersebut sebelum akhirnya mengambil langkah melepaskan tembakan peringatan ke udara. Moskow menegaskan tembakan tidak diarahkan ke kapal pesiar dan hanya bertujuan menghindari kemungkinan kecelakaan di laut.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh Alan Kelvey, pria berusia 70 tahun yang berada di kapal bersama istrinya, Jane Kelvey. Ia menegaskan kapal mereka tidak berada di jalur tabrakan dan menyebut penjelasan Rusia sebagai informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Kami sama sekali tidak berada di jalur tabrakan,” kata Kelvey kepada media Inggris.
Starmer: Rusia Bertindak Agresif
Menanggapi insiden tersebut, Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan tindakan kapal perang Rusia sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat dibenarkan.
Berbicara di sela-sela KTT G7 di Prancis, Starmer menegaskan bahwa insiden itu mencerminkan sikap agresif Rusia yang semakin terlihat di berbagai kawasan Eropa. “Ini sangat mengkhawatirkan dan jelas merupakan tindakan yang ceroboh. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi,” ujar Starmer.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan penyitaan kapal tanker yang diduga terkait dengan armada bayangan Rusia oleh otoritas Inggris beberapa hari sebelumnya.
Starmer juga menilai peristiwa itu bukan bagian dari ancaman yang lebih besar terhadap Inggris, namun tetap menunjukkan pola perilaku agresif Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina. “Kita kini memasuki tahun kelima perang di Ukraina dan kita terus melihat agresi Rusia serta berbagai tindakan yang didukung negara di seluruh Eropa,” katanya.
Inggris Pantau Ketat Kapal Perang Rusia
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut insiden tersebut sebagai kejadian terisolasi dan tidak memiliki hubungan dengan operasi penegakan sanksi terhadap Rusia yang dilakukan Inggris pada akhir pekan lalu.
Saat insiden berlangsung, kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Mersey diketahui sedang membayangi fregat Rusia Admiral Grigorovich yang melintasi Selat Inggris. Pemantauan terhadap kapal perang Rusia merupakan prosedur rutin yang dilakukan Inggris setiap kali armada militer Rusia melintasi perairan strategis tersebut.
Armada Bayangan Rusia Jadi Sorotan
Ketegangan terbaru ini terjadi ketika negara-negara Barat terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui berbagai sanksi ekonomi. Inggris bersama sejumlah sekutunya telah melarang kapal-kapal yang tergabung dalam apa yang disebut sebagai “armada bayangan” Rusia untuk memasuki pelabuhan mereka.
Armada bayangan merujuk pada jaringan kapal tanker yang diduga digunakan Moskow untuk mengangkut minyak dan komoditas energi guna menghindari sanksi internasional. Selain itu, perusahaan-perusahaan Inggris juga dilarang memberikan layanan asuransi, pembiayaan, maupun jasa perantara kepada kapal-kapal yang mengangkut minyak Rusia.
Langkah tersebut bertujuan membatasi pendapatan ekspor energi Rusia yang masih menjadi salah satu sumber utama pembiayaan operasi militernya di Ukraina. Insiden di Selat Inggris ini menambah daftar panjang ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat yang terus meningkat di tengah konflik geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.***










