Perempuan Inggris Diculik di Malawi Diselamatkan Setelah Enam Hari, 4 Terduga Penculik Tewas
KLIKWARTAKU — Enam hari setelah diculik di siang bolong, Nusrat Osman akhirnya ditemukan. Perempuan berkewarganegaraan Inggris berusia 47 tahun itu diselamatkan polisi Malawi dalam sebuah operasi yang berakhir dengan baku tembak dan menewaskan empat terduga penculik.
Osman dibebaskan pada Kamis, 17 September 2026, dalam operasi di pinggiran Blantyre, kota di Malawi bagian selatan. Dalam baku tembak tersebut, seorang pejabat senior kepolisian Malawi juga terluka. Polisi mengatakan para terduga penculik membawa senapan AK-47 dan sepucuk pistol.
Mereka terlibat baku tembak dengan petugas sebelum akhirnya tertembak. “Para kriminal tersebut tertembak dan dibawa ke rumah sakit, tempat mereka meninggal akibat luka-luka,” kata Kepolisian Malawi dalam sebuah pernyataan.
Polisi belum mengungkap identitas keempat orang yang tewas maupun secara rinci bagaimana lokasi mereka ditemukan. Osman diculik pada 11 September di kawasan Mount Pleasant, Blantyre. Polisi mengatakan dia sedang mengemudikan mobil menuju rumah ketika empat pria menghadang kendaraannya.
Para pelaku kemudian memaksanya keluar dan membawanya menggunakan kendaraan lain. Penculikan itu memicu operasi pencarian besar-besaran. Pemerintah Malawi menawarkan hadiah 30 juta kwacha Malawi bagi informasi yang dapat membantu menemukan Osman serta mengarah pada penangkapan dan proses hukum terhadap pelaku.
Nilai hadiah tersebut sekitar Rp308 juta berdasarkan kurs 18 September 2026. Namun selama Osman menghilang, keluarga maupun polisi tidak menerima permintaan tebusan dari penculik. Tidak adanya komunikasi tersebut membuat motif penculikan belum diketahui.
Wakil Inspektur Jenderal Polisi Noel Kayira termasuk dalam tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Ia mengalami luka tembak dan menjalani perawatan di rumah sakit. Kepolisian menyatakan kondisi Kayira stabil.
Adik Osman, Shobi Jiwa, memberikan penghargaan khusus kepada Kayira. Ia menyebut pejabat polisi tersebut sebagai pahlawan keluarga karena mempertaruhkan nyawanya dalam operasi penyelamatan.
Setelah ditemukan, Osman kembali bertemu keluarganya. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sekaligus menjalani pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis.
Inspektur Jenderal Polisi Malawi Richard Luhanga mengatakan Osman masih mengalami trauma. Polisi akan meminta keterangannya setelah kondisinya cukup stabil. “Motifnya masih belum diketahui, tetapi penyelidikan terus berlangsung,” kata Luhanga.
Osman berasal dari Leicester, Inggris, dan telah tinggal di Malawi selama beberapa tahun. Dia bekerja di sebuah perusahaan audit, menikah, dan memiliki dua anak.
Sebelum ditemukan, keluarganya beberapa kali menyampaikan permohonan agar Osman dikembalikan dengan selamat. Mereka mengatakan tidak mengetahui siapa yang mungkin berada di balik penculikan tersebut maupun alasannya.
Kementerian Luar Negeri Inggris sebelumnya menyatakan mengetahui laporan mengenai penculikan seorang warga negara Inggris di Malawi dan telah berkomunikasi dengan otoritas setempat.
Kasus ini juga menarik perhatian komunitas bisnis Malawi serta warga Inggris yang tinggal di negara Afrika bagian selatan tersebut. Penculikan warga negara asing bukan kejahatan yang umum terjadi di Malawi.
Polisi belum menjelaskan apakah informasi dari masyarakat setelah pengumuman hadiah membantu menemukan lokasi Osman. Mereka juga belum memastikan apakah ada orang lain yang terlibat dalam penculikan tersebut.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian penculikan, keberadaan Osman selama enam hari, serta bagaimana polisi akhirnya menemukan lokasi para terduga pelaku.
Kematian empat terduga penculik dalam baku tembak juga masih menjadi bagian dari keterangan polisi. Identitas mereka dan rincian penggunaan kekuatan dalam operasi belum dipaparkan secara independen.***










