klikwartaku.com
Beranda Internasional Lima Perempuan Hilang Diduga Tewas, Polisi Temukan Sejuta Rekaman di Rumah Philadelphia

Lima Perempuan Hilang Diduga Tewas, Polisi Temukan Sejuta Rekaman di Rumah Philadelphia

Polisi Philadelphia menemukan lebih dari satu juta foto dan video di sebuah rumah yang terkait lima perempuan hilang. Jasad korban belum ditemukan. Foto: Tangkapan layar YouTube 6abc Philadelphia

KLIKWARTAKU — Sebuah mobil BMW yang diparkir ilegal di dekat kawasan bersejarah Philadelphia pada Juni lalu membawa polisi ke sebuah rumah yang kini menjadi pusat penyelidikan hilangnya sejumlah perempuan.

Dari rumah di kawasan Olney itu, aparat menemukan lebih dari satu juta foto, video, dan berkas digital. Sebagian di antaranya memperlihatkan perempuan yang tampak tidak sadarkan diri atau seperti telah meninggal.

Polisi Philadelphia mengatakan sedikitnya lima perempuan yang telah dilaporkan hilang diyakini berkaitan dengan rumah tersebut dan diduga telah meninggal. Namun, hingga Kamis, 17 September 2026, tidak ada jasad korban yang ditemukan di lokasi.

Penyidik juga belum memastikan seluruh rekaman tersebut menggambarkan tindak pidana nyata. Sebagian materi, menurut polisi, kemungkinan merupakan adegan yang diperankan. “Kita perlu mengingat bahwa dia membuat film. Sebagian adalah akting, dan sebagian lainnya kami yakini bisa saja nyata,” kata Wakil Komisaris Departemen Kepolisian Philadelphia Frank Vanore.

Penyelidikan bermula pada Juni ketika seorang petugas taman menemukan sebuah BMW diparkir secara ilegal di dekat Independence National Historical Park. Di dalam mobil itu terdapat Eugene Horsch, 44 tahun, bersama seorang perempuan. Polisi kemudian menemukan senjata, amunisi, narkotika, serta dokumen identitas dan lencana penegak hukum federal yang diduga palsu.

Perempuan yang berada di dalam mobil juga diketahui menggunakan kartu identitas atas nama Blair Tonzelli, perempuan Philadelphia yang telah dilaporkan hilang sejak 2023. Penemuan tersebut mendorong aparat menyelidiki rumah Horsch di kawasan Olney.

Penggeledahan kemudian menemukan ruang tersembunyi, bahan kimia, bukti balistik, operasi kecil penanaman ganja, serta sebuah drum berkapasitas sekitar 55 galon yang terhubung dengan saluran air rumah. Namun temuan terbesar justru berada di perangkat digital.

Polisi dan FBI menemukan lebih dari satu juta materi digital dari rumah tersebut. Isinya mencakup foto, video, tulisan, serta berbagai berkas lain yang masih diperiksa penyidik.

Dari materi yang telah ditelaah, polisi mengidentifikasi 58 orang. Sebanyak 25 orang telah ditemukan dan sedang bekerja sama dengan penyidik, sedangkan 16 lainnya juga telah ditemukan tetapi tidak bersedia memberikan keterangan. Penyidik baru menyelesaikan sekitar 30 persen dari keseluruhan materi digital.

Artinya, ratusan ribu berkas masih harus diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang muncul dalam rekaman, kapan gambar tersebut dibuat, serta apakah adegan di dalamnya merupakan kejadian nyata atau hanya rekayasa. “Masih ada ribuan dan ribuan video yang harus diperiksa. Kami perlu menguatkan apa yang kami lihat,” kata Vanore.

Dari materi yang telah diperiksa, polisi menemukan rekaman dan foto lima perempuan yang tampak tidak bernyawa atau tidak sadarkan diri. Empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Mereka termasuk Gabrielle Amarando, Maribel Fresses, Nicole Fusaro, dan Blair Tonzelli. Satu perempuan lainnya belum diketahui identitasnya dan untuk sementara disebut Jane Doe.

Amarando dilaporkan hilang sejak 2012, sementara Fresses menghilang pada 2018. Fusaro juga dilaporkan hilang pada 2018. Tonzelli menghilang pada 2023. Polisi sebelumnya mengatakan sejumlah rekaman dari 2017 memperlihatkan Amarando dan Fresses dalam kondisi yang tampak hidup, kemudian dalam materi lain keduanya terlihat tidak sadarkan diri atau mengalami luka.

Namun penyidik belum menemukan bukti fisik yang mengonfirmasi kematian mereka. Seorang perempuan lain yang terkait kasus tersebut adalah Amy McHale, mantan istri Raymond “R.C.” Horsch, ayah Eugene. McHale menghilang pada 2016.

Penyidik juga menemukan rekaman yang diduga memperlihatkan R.C. Horsch melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan. Polisi telah mengidentifikasi perempuan tersebut, tetapi belum mengungkap namanya. R.C. Horsch sendiri meninggal pada 2025.

Meski rekaman digital memunculkan dugaan kuat mengenai nasib sejumlah perempuan, polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Tidak ada jasad yang ditemukan di rumah tersebut yang telah dikonfirmasi sebagai korban dalam kasus ini. Polisi juga masih memeriksa bahan kimia yang ditemukan di lokasi.

Selain itu, aparat menemukan lima guci yang diyakini berisi abu manusia. Polisi mengatakan salah satunya diduga berisi abu R.C. Horsch, sedangkan lainnya diyakini berkaitan dengan anggota keluarga dan seorang teman. Dua guci lainnya belum diketahui asalnya.

Karena itu, polisi belum menyimpulkan bagaimana perempuan-perempuan tersebut meninggal atau apakah mereka benar-benar meninggal berdasarkan rekaman yang ditemukan. Eugene Horsch kini masih berada dalam tahanan federal. Namun, ia belum didakwa terkait hilangnya atau dugaan kematian perempuan-perempuan tersebut.

Perkara yang menjeratnya berkaitan dengan senjata, narkotika, dan dugaan penggunaan identitas atau kredensial penegak hukum palsu. Polisi juga belum memastikan sejauh mana Eugene terkait dengan jutaan materi digital yang ditemukan di rumah tersebut. Penyidik masih bekerja bersama FBI untuk memilah bukti digital dan mencari keterangan dari orang-orang yang muncul dalam rekaman.

Bagi keluarga para perempuan yang hilang, penyelidikan itu menjadi upaya untuk menjawab pertanyaan yang bertahun-tahun tidak terjawab: apakah orang-orang yang mereka cari masih hidup atau telah menjadi korban kejahatan.

Sementara itu, polisi Philadelphia masih berhati-hati. Jutaan gambar dan video yang ditemukan di sebuah rumah belum otomatis menjadi bukti pembunuhan. Setiap rekaman harus diverifikasi dengan bukti lain sebelum dapat digunakan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding rumah tersebut.***

Bagikan:

Iklan