Dicari Keluarga Usai Tak Pulang, Pria di Sungai Ambawang Ditemukan Meninggal Dalam Toilet Tertutup
KLIKWARTAKU — Seorang pria berinisial AU (27) ditemukan meninggal dunia di salah satu bilik toilet di kawasan konservasi hijau Rumah Pelangi, Jalan Trans Kalimantan Km 64, Dusun Gunung Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu 19 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban ditemukan setelah dua kerabatnya melakukan pencarian. Sebelumnya, AU diketahui pergi meninggalkan rumah sejak Jumat 18 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB dan tidak kunjung memberikan kabar.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade Ardiansyah mengatakan, pencarian oleh pihak keluarga dimulai pada Sabtu pagi. Sekitar pukul 07.29 WIB, dua kerabat korban mendatangi kawasan Rumah Pelangi.
Sesampainya di halaman Gereja Katolik Stasi Kalvari, lanjut dia, kerabat korban menemukan sepeda motor milik AU terparkir di samping gereja. Di atas kendaraan tersebut, ditemukan pula helm, jaket Maxim, serta tempat tidur gantung (hammock) milik korban.
Salah satu kerabat kemudian berupaya mencari AU ke area hutan di belakang gereja sambil memanggil namanya, namun belum membuahkan hasil. Pencarian berlanjut ke area toilet gereja. Kerabat korban mencurigai salah satu dari tiga bilik toilet yang dalam kondisi pintu tertutup rapat.
“Setelah ketukan pintu tidak mendapat respons, pintu bilik tersebut didobrak secara paksa. Di dalamnya, korban AU ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” kata Ade.
Dia menerangkan, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar dan biarawan Stasi Kalvari sebelum melapor kepada Pastor Warsito. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Ketua RT setempat dan Polsek Sungai Ambawang.
“Setelah mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan,” ucapnya.
Ade menjelaskan, Tim Inafis Polres Kubu Raya bersama Unit Reskrim Polsek Sungai Ambawang segera mengamankan lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan data identifikasi forensik guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar atau visum et repertum, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah AU sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban menyatakan menerima musibah tersebut dan menolak untuk dilakukan tindakan autopsi.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah akan diproses untuk pemakaman,” jelas Ade.
Ade menyatakan, meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihaknya akan tetap menjalankan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh rincian kronologi peristiwa berdasarkan fakta-fakta pemeriksaan di lapangan.***








