klikwartaku.com
Beranda Internasional Serangan Rusia Hantam Pameran Drone Dekat Kyiv, 15 Tewas dan Ratusan Terluka

Serangan Rusia Hantam Pameran Drone Dekat Kyiv, 15 Tewas dan Ratusan Terluka

Serangan rudal balistik Rusia menghantam pameran teknologi drone di dekat Kyiv, menewaskan sedikitnya 15 orang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan ancaman serangan besar berikutnya dalam 48 jam. Foto: Tangkapan layar YouTube FRANCE 24 English

KLIKWARTAKU — Serangan rudal balistik Rusia menghantam sebuah pameran teknologi drone di dekat Kyiv, Ukraina, pada Jumat waktu setempat. Serangan yang menyasar acara yang dihadiri pelaku industri pertahanan itu menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk 10 korban di lokasi pameran, serta melukai sekitar 100 orang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan dilakukan pada siang hari ketika pameran tengah berlangsung dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari sektor pertahanan. Insiden itu menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap fasilitas yang berkaitan dengan pengembangan teknologi militer Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan tiga rudal balistik ke lokasi pameran. Sistem pertahanan udara hanya mampu mencegat satu rudal, sementara dua lainnya menghantam area kegiatan.

Sesaat setelah serangan terjadi, muncul kekhawatiran terhadap keselamatan penasihat Kementerian Pertahanan Ukraina, Serhiy Beskrestnov, yang dikenal dengan nama “Flash”, serta pengembang teknologi militer Lyuba Shypovych.

Keduanya kemudian memastikan melalui media sosial bahwa mereka selamat. Beskrestnov mengungkapkan dirinya sengaja tidak menghadiri acara tersebut karena memiliki kekhawatiran terkait aspek keamanan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan tersebut. Moskow menyatakan rudal presisi jarak jauh digunakan untuk menghancurkan lokasi yang disebut menjadi tempat demonstrasi drone yang digunakan dalam serangan terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia.

Pemerintah Rusia juga mengklaim pameran itu dihadiri produsen drone, personel pasukan drone Ukraina, serta aparat keamanan yang disebut terlibat dalam perencanaan operasi di wilayah Rusia. Serangan ini menjadi sedikitnya ketiga kalinya sejak invasi besar-besaran Rusia pada 2022 ketika pameran teknologi drone di Ukraina menjadi target serangan.

Serangan tersebut memicu kritik di dalam negeri. Banyak pihak mempertanyakan keputusan penyelenggara menggelar acara berskala besar yang dinilai mudah diketahui publik di tengah ancaman serangan rudal Rusia.

Presiden Zelensky memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden itu. Jaksa Agung Ukraina juga mulai menyelidiki siapa yang memberikan izin penyelenggaraan acara serta apakah prosedur keamanan telah diterapkan secara memadai.

Selain serangan di dekat Kyiv, Rusia juga melancarkan serangan bom luncur (glide bomb) ke Kota Sloviansk di Ukraina timur. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang. Sementara itu, pada Sabtu dini hari, otoritas militer Ukraina mengonfirmasi dua pria tewas akibat serangan lain di Kota Sumy, wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Dalam pernyataan terpisah, Zelensky mengatakan intelijen Ukraina memperoleh informasi bahwa Rusia kemungkinan tengah menyiapkan gelombang serangan rudal berskala besar lainnya yang diperkirakan dapat terjadi dalam 48 jam ke depan.

Di saat bersamaan, Ukraina juga meningkatkan serangan ke wilayah Rusia. Serangan Ukraina ke Kota Kirov, yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer dari garis depan pertempuran, dilaporkan menewaskan enam orang dan melukai 26 lainnya.

Zelensky mengatakan sasaran serangan adalah salah satu fasilitas militer penting yang memproduksi komponen pesawat dan sistem rudal yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Selain itu, Ukraina menyerang sejumlah gudang milik Wildberries, perusahaan perdagangan daring terbesar di Rusia.

Selama beberapa bulan terakhir, Ukraina lebih banyak menyerang kilang minyak dan depot bahan bakar Rusia menggunakan drone. Namun belakangan strategi tersebut bergeser dengan menyasar pusat logistik.

Pemerintah Ukraina menilai gudang logistik seperti milik Wildberries berpotensi digunakan untuk mendukung distribusi perlengkapan militer Rusia sehingga menjadi target yang sah dalam operasi militer. Serangan terhadap jaringan logistik tersebut juga diperkirakan berdampak terhadap ribuan pelaku usaha kecil dan menengah yang menggunakan layanan distribusi Wildberries di Rusia.

Di tengah meningkatnya eskalasi perang, Zelensky dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada pekan depan. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut Presiden Ukraina akan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mendatang. Pertemuan itu diperkirakan menjadi bagian dari upaya Washington menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia.

Sementara itu, Presiden Rumania Nicusor Dan mengungkapkan jet tempur F-16 milik negaranya berhasil menembak jatuh sebuah drone Rusia yang memasuki wilayah udara Rumania pada Jumat. Insiden tersebut kembali menunjukkan bahwa dampak perang Rusia-Ukraina semakin meluas hingga menyentuh negara-negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan kawasan konflik.***

Bagikan:

Iklan