klikwartaku.com
Beranda Internasional Iran Ancam Balas Ukraina Usai Serangan Kapal di Laut Kaspia, Tuding Israel Memperkeruh Konflik

Iran Ancam Balas Ukraina Usai Serangan Kapal di Laut Kaspia, Tuding Israel Memperkeruh Konflik

Iran memperingatkan Ukraina akan menghadapi konsekuensi setelah serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan seorang pelaut. Insiden ini memicu ketegangan baru di tengah konflik Rusia-Ukraina. Foto: Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English

KLIKWARTAKU — Ketegangan antara Iran dan Ukraina memasuki babak baru setelah serangan terhadap sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia menewaskan seorang pelaut dan melukai beberapa awak lainnya. Pemerintah Iran menegaskan insiden tersebut tidak akan dibiarkan berlalu tanpa konsekuensi dan memperingatkan adanya kemungkinan langkah balasan terhadap Kyiv.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan yang terjadi pada Sabtu itu sebagai pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pernyataannya melalui media sosial pada Minggu, Araghchi menuduh Israel berada di balik upaya memprovokasi situasi agar konflik semakin meluas.

Menurut Araghchi, tudingan tersebut juga disampaikannya dalam pembicaraan terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, serta Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. “Iran tidak dapat membiarkan serangan ini begitu saja,” tulis Araghchi.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan itu menyebabkan kapal dagang Iran meledak di Laut Kaspia. Satu orang pelaut dilaporkan tewas, sementara sejumlah awak lainnya mengalami luka-luka.

Di sisi lain, Ukraina mengakui telah melancarkan operasi militer di Laut Kaspia dengan sasaran kapal perang Rusia dan kapal-kapal yang disebut mengangkut logistik militer yang berkaitan dengan Iran.

Namun Teheran membantah terlibat dalam perang Rusia-Ukraina. Pemerintah Iran menegaskan negaranya tidak pernah menjadi pihak dalam konflik tersebut, sehingga serangan terhadap kapal berbendera Iran dinilai sebagai tindakan bermusuhan yang tidak dapat dibenarkan.

Sebagai bentuk protes diplomatik, Iran telah memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran untuk menyampaikan nota keberatan atas apa yang disebut sebagai tindakan kriminal terhadap kepentingan Iran.

Nada yang lebih keras datang dari parlemen Iran. Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran selalu membawa konsekuensi.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Azizi mengatakan Ukraina kemungkinan segera merasakan dampak dari keputusan tersebut. “Ukraina mungkin akan segera memahami bahwa Iran tidak akan membiarkan tindakannya tanpa balasan,” ujarnya.

Ia menyebut operasi militer Ukraina sebagai sebuah “kesalahan perhitungan” yang berpotensi memperluas eskalasi konflik.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan operasi jarak jauh di Laut Kaspia menghasilkan capaian yang signifikan. Menurut Zelenskyy, pasukan Ukraina berhasil menyerang kapal perang Rusia serta kapal-kapal yang diduga digunakan dalam pengiriman kargo militer yang berkaitan dengan Iran.

Dalam pernyataan terpisah, Zelenskyy juga menuduh Rusia membantu Iran melalui dukungan intelijen. Ia mengatakan sejak awal Juli pihaknya mendeteksi aktivitas pengawasan satelit Rusia terhadap negara-negara Teluk dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Data satelit itu, menurut Zelenskyy, kemudian diteruskan kepada Iran.

Hubungan Iran dan Ukraina memang telah lama memburuk sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022. Pemerintah Ukraina berulang kali menuduh Iran memasok ribuan drone tempur Shahed kepada Rusia yang kemudian digunakan dalam serangan terhadap berbagai kota di Ukraina.

Sebaliknya, Ukraina memperkuat kerja sama keamanan dengan sejumlah negara di kawasan Teluk dengan mengirim personel militer untuk membantu menghadapi ancaman serangan drone yang dikaitkan dengan Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan belasungkawa kepada Iran atas tewasnya seorang pelaut dalam insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov menyampaikan apresiasi Iran kepada otoritas wilayah Astrakhan yang telah membantu para awak kapal setelah insiden itu.

Rusia juga menegaskan perlunya menghentikan apa yang disebut sebagai aksi-aksi berbahaya pemerintah Ukraina yang dinilai berpotensi memperluas konflik. Di saat yang sama, Araghchi turut menyampaikan kepada Lavrov bahwa Iran tetap melanjutkan berbagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan yang berkembang di kawasan Timur Tengah.

Insiden di Laut Kaspia kini menambah daftar panjang eskalasi yang melibatkan Iran, Rusia, dan Ukraina. Jika ancaman pembalasan benar-benar diwujudkan, konflik yang selama ini berpusat di Eropa Timur berpotensi melebar dan memperumit dinamika keamanan di kawasan Eurasia maupun Timur Tengah.***

Bagikan:

Iklan