klikwartaku.com
Beranda Nasional Sekolah Terdampak Banjir di Bali Dapat Bantuan Sarpras 2026

Sekolah Terdampak Banjir di Bali Dapat Bantuan Sarpras 2026

Sekolah Terdampak Banjir di Bali

KLIKWARTAKU – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Provinsi Bali akan mendapat bantuan sarana dan prasarana pada tahun anggaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan layanan pendidikan dan meningkatkan ketangguhan sekolah menghadapi bencana.

“Kami akan memberikan bantuan berupa sarana dan perbaikan prasarana sekolah untuk mengurangi risiko dampak banjir,” ujar Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, Minggu 14 September 2025.

Dalam kunjungannya ke sejumlah lokasi terdampak, Dirjen Gogot didampingi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bali, I Made Alit Dwitama. Mereka meninjau langsung kondisi SDN 04 Dauh Puri, SDN 12 Dauh Puri, SDN 10 Paguyangan, dan SDN 11 Paguyangan.

Sebagai bentuk dukungan awal, Kemendikdasmen menyerahkan school kit kepada para siswa agar tetap semangat belajar meskipun terdampak bencana.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 60 sekolah mengalami kerusakan berat, dengan 906 siswa dan 74 guru terdampak langsung. Berdasarkan pemetaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tercatat 1.835 sekolah terdampak di seluruh Bali.

Rincian sekolah terdampak per wilayah Kota Denpasar: 948 sekolah, Kabupaten Gianyar: 285 sekolah, Kabupaten Jembrana: 226 sekolah, Kabupaten Badung: 214 sekolah, Kabupaten Tabanan: 113 sekolah, Kabupaten Klungkung: 49 sekolah

“Banjir kali ini cukup parah akibat curah hujan yang sangat tinggi. Kami sangat prihatin atas kondisi sekolah-sekolah yang terdampak,” tutur Gogot.

Banjir besar terjadi pada Selasa 9 September 2025 sekira pukul 23.15 WITA, menyebabkan 16 orang terdampak, dengan 14 korban meninggal dunia dan 2 orang masih hilang. Sebanyak 562 warga dilaporkan mengungsi.

Peristiwa tersebut terjadi saat libur Hari Raya Pagerwesi, sehingga tidak ada aktivitas belajar-mengajar. Namun, banyak bangunan sekolah tetap mengalami kerusakan serius.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem sejak 10 hingga 17 September 2025.

Dirjen Gogot menegaskan pentingnya pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Ia meminta pemerintah daerah menyesuaikan pola pembelajaran dengan kondisi sekolah masing-masing.

“Layanan pendidikan harus segera dipulihkan agar hak anak untuk belajar tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Bantuan yang diberikan Kemendikdasmen tidak hanya mencakup perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga mendukung peningkatan kesiapsiagaan sekolah menghadapi bencana. Program ini sejalan dengan agenda nasional dalam mewujudkan Sekolah Aman Bencana, yang diinisiasi melalui Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Melalui respons cepat ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bahkan dalam situasi darurat. Kehadiran negara di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi peserta didik dan pendidik.

“Sekolah yang tangguh dan inklusif adalah fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Gogot.

Bagikan:

Iklan