Ditjenpas Relokasi 2.543 Narapidana ke Lapas Baru di Jambi dan Riau
KLIKWARTAKU – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) merelokasi 2.543 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi dan Lapas Kelas II Bagansiapiapi, Riau, ke lapas baru yang memiliki kapasitas lebih besar.
Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianti, mengatakan relokasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta memperkuat aspek keamanan dan ketertiban di kedua lapas tersebut.
“Relokasi ini dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan keamanan di Lapas Jambi dan Lapas Bagansiapiapi,” kata Rika dalam keterangan resmi, Minggu 7 Juni 2026.
Dari total narapidana yang dipindahkan, sebanyak 1.553 orang berasal dari Lapas Kelas IIA Jambi, sedangkan 990 orang berasal dari Lapas Kelas II Bagansiapiapi.
Menurut Rika, kedua lapas selama ini menghadapi persoalan kelebihan kapasitas hunian yang cukup tinggi. Lapas Kelas IIA Jambi lama hanya memiliki kapasitas 417 orang. Sementara lapas baru yang berlokasi di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, memiliki kapasitas 952 orang.
Selain mengalami overkapasitas, lapas lama juga dinilai rentan terhadap banjir sehingga berpotensi mengganggu pelaksanaan pembinaan, perawatan warga binaan, serta keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Adapun Lapas Bagansiapiapi lama hanya mampu menampung 98 orang. Kini, lapas baru yang berlokasi di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir, memiliki kapasitas hingga 1.500 orang.
“Kapasitas hunian Lapas Bagansiapiapi baru jauh lebih besar dari kapasitas hunian sebelumnya. Lapas ini mengalami overkapasitas sampai dengan 1.000 persen,” ujarnya.
Rika menjelaskan, proses relokasi dipimpin Direktur Kepatuhan Internal Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, bersama tim serta melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi dan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.
Relokasi narapidana dari Lapas Bagansiapiapi dilaksanakan pada 4 Juni 2026, sedangkan pemindahan warga binaan dari Lapas Jambi berlangsung pada 6 Juni 2026.
Ditjenpas memastikan seluruh proses relokasi berjalan aman dan tanpa insiden. Keberhasilan pelaksanaan relokasi didukung sinergi antara petugas pemasyarakatan, jajaran kantor wilayah, serta dukungan aparat TNI dan Polri.
“Proses relokasi napi Lapas Jambi dan Lapas Bagansiapiapi terlaksana dengan aman dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara tim terkait serta jajaran TNI-Polri,” kata Rika.








