Buka Puasa di Sanggau, Krisantus Dorong Sentra Produksi Pangan untuk Kendalikan Inflasi
KLIKWARTAKU – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong pembangunan sentra produksi pangan sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Forkopimda di Rumah Dinas Bupati Sanggau, Rabu (11/3). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kunjungan kerja menjelang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sanggau Tahun 2027.
Turut mendampingi, Bupati Sanggau Yohanes Ontot bersama jajaran perangkat daerah.
Krisantus menilai, momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi Ramadan melalui buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati Sanggau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti persoalan pasokan pangan yang kerap terjadi menjelang hari raya. Beberapa komoditas seperti ayam, telur, tempe, dan tahu sering mengalami kekurangan saat permintaan meningkat.
“Misalnya ayam dan telur yang sering kurang, begitu juga tempe, tahu, dan kebutuhan lainnya. Mengapa kita tidak membangun sentra produksi?” katanya.
Menurutnya, pembangunan sentra produksi pangan merupakan solusi jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan operasi pasar yang sifatnya sementara dan terbatas, terutama di wilayah perkotaan.
“Ke depan sebaiknya kita membangun sentra-sentra produksi untuk kebutuhan pokok yang sering mengalami kekurangan setiap hari raya,” tegasnya.
Selain itu, Krisantus yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi masyarakat, serta pengendalian harga bahan pokok menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan IPM.
Krisantus juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi program pembangunan antar daerah agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.








