klikwartaku.com
Beranda Internasional Zidane Iqbal Ukir Sejarah di Piala Dunia, Jadi Pemain Keturunan Pakistan Pertama yang Tampil di Turnamen FIFA

Zidane Iqbal Ukir Sejarah di Piala Dunia, Jadi Pemain Keturunan Pakistan Pertama yang Tampil di Turnamen FIFA

Zidane Iqbal mencatat sejarah sebagai pemain keturunan Pakistan pertama yang tampil di Piala Dunia FIFA. Gelandang Irak kelahiran Manchester itu menjadi simbol harapan baru bagi sepak bola Pakistan di panggung dunia. Foto: Tangkapan layar YouTube Islam Channel

KLIKWARTAKU — Meski Irak harus menelan kekalahan telak 1-4 dari Norwegia dalam laga perdana Grup I Piala Dunia FIFA, pertandingan tersebut tetap menjadi momen bersejarah bagi jutaan masyarakat Pakistan di seluruh dunia.

Perhatian tidak hanya tertuju pada kemenangan Norwegia atau dua gol yang dicetak penyerang andalan mereka, Erling Haaland, tetapi juga pada sosok Zidane Iqbal yang mencatatkan sejarah baru.

Saat masuk menggantikan pemain lain pada menit ke-59 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, gelandang berusia 23 tahun itu resmi menjadi pemain pertama berdarah Pakistan yang tampil di ajang Piala Dunia FIFA.

Bagi Pakistan, yang hingga kini belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia dan masih berada di papan bawah peringkat FIFA, pencapaian tersebut menjadi simbol kebanggaan tersendiri.

Lahir di Inggris, Berdarah Pakistan dan Irak

Zidane Ammar Iqbal lahir di Manchester, Inggris, pada 27 April 2003. Ia merupakan putra pasangan ayah berkebangsaan Pakistan dan ibu asal Irak. Ayahnya, Aamar Iqbal, berasal dari Sahiwal, Provinsi Punjab, Pakistan, sementara ibunya, Ayat, berasal dari wilayah Irak selatan.

Dengan latar belakang tersebut, Iqbal sebenarnya memiliki kesempatan membela tiga negara berbeda, yakni Inggris, Pakistan, atau Irak. Namun perjalanan menuju tim nasional Irak terjadi secara tidak terduga. Awalnya, sebuah akun media sosial yang mengulas diaspora Irak menemukan informasi mengenai latar belakang keluarganya dan menghubunginya.

Informasi itu kemudian sampai ke Federasi Sepak Bola Irak yang akhirnya mengajak Iqbal bergabung melalui serangkaian komunikasi daring dengan dirinya dan keluarganya.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Iqbal mengaku terkesan dengan perhatian dan dukungan yang diberikan federasi serta para pendukung Irak. Menurutnya, sambutan hangat tersebut menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih membela Irak dibanding negara lain.

Produk Akademi Manchester United

Karier sepak bola Iqbal dimulai sejak usia dini ketika bergabung dengan akademi Manchester United pada usia delapan tahun. Ia menghabiskan lebih dari satu dekade dalam sistem pembinaan klub raksasa Liga Inggris tersebut sebelum mencatat debut bersama tim utama pada Desember 2021.

Saat itu, Iqbal menjadi salah satu pemain keturunan Asia Selatan pertama dalam hampir dua dekade yang tampil untuk Manchester United di ajang Liga Champions UEFA.

Meski demikian, peluang bermain reguler di tim utama tidak kunjung datang. Pada akhirnya, ia memutuskan melanjutkan karier di Belanda bersama FC Utrecht. Transfernya dilaporkan bernilai sekitar 1 juta euro, atau setara sekitar Rp18,8 miliar (dengan asumsi kurs Rp18.800 per euro).

Simbol Harapan bagi Sepak Bola Pakistan

Selama perjalanan kualifikasi Piala Dunia bersama Irak, Iqbal menjadi salah satu pemain penting dalam skuad. Ia turut berkontribusi dalam sejumlah pertandingan krusial, termasuk mencetak gol kemenangan melawan Indonesia.

Meski Federasi Sepak Bola Pakistan sempat memantau perkembangannya, banyak pengamat menilai peluang Iqbal membela Pakistan sejak awal memang cukup kecil. Perbedaan kualitas kompetisi, infrastruktur, serta sistem pembinaan antara Irak dan Pakistan dinilai menjadi faktor utama.

Namun demikian, kehadiran Iqbal di panggung Piala Dunia tetap dianggap membawa dampak positif bagi sepak bola Pakistan. Banyak pihak meyakini kisahnya dapat menginspirasi generasi muda keturunan Pakistan yang tumbuh di berbagai negara untuk mengejar mimpi di level tertinggi sepak bola dunia.

Mimpi yang Menjadi Inspirasi

Bagi Iqbal, pencapaian tersebut bukan hanya tentang dirinya sendiri. Ia berharap kehadirannya di Piala Dunia dapat memberikan keyakinan kepada anak-anak dari berbagai latar belakang bahwa impian bermain di panggung terbesar sepak bola bukanlah sesuatu yang mustahil.

Meski Irak masih harus menghadapi lawan berat berikutnya, termasuk Prancis dan Senegal di fase grup, perjalanan mereka sudah menciptakan cerita tersendiri.

Irak mungkin kalah dari Norwegia dalam pertandingan pembuka. Namun bagi lebih dari 250 juta warga Pakistan yang selama ini hanya menjadi penonton di ajang Piala Dunia, langkah Zidane Iqbal di lapangan telah membuka babak sejarah baru yang tidak akan mudah dilupakan.***

Bagikan:

Iklan