Waspada Batingsor, Baru 2 Pemerintah Daerah di Kalbar yang Tetapkan Status Siaga
KLIKWARTAKU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mendorong pemerintah di kabupaten dan kota yang ada di Kalbar untuk menetapkan status siaga. Namun, dari 14 kabupaten dan kota, baru dua pemerintah daerah yang menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor (batingsor).
“Begitu kita mendapatkan informasi dari BMKG bahwa adanya potensi batingsor di Kalimantan Barat, potensi banjir karena intensitas hujan yang bervariasi. Maka kita mendorong seluruh BPBD kabupaten dan kota atau pemerintah kabupaten dan kota untuk segera menetapkan status siaga. Mengapa status ini menjadi penting, supaya kegiatan antisipasi dapat dilakukan dengan cara terkoordinir dengan baik dan tepat sasaran,” tegas Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel.
Daniel bilang, status siaga bukan hanya sekadar status tetapo juga harus dibarengi dengan persiapan penanggulangan bencana seperti mendirikan posko.
“Nah, untuk beberapa pemerintah kabupaten dan kota yang sudah menetapkan status, Kubu Raya dan Bengkayang, kita mengingatkan agar status siaga yang ditetapkan ini tidak hanya sekadar status. Tetapi harus dibarengi dengan mengaktifkan posko terpadu yang mengumpulkan TNI dan Polri, instansi terkait untuk bagaimana melakukan upaya-upaya antisipasi bencana hidrometeorologi sehingga tidak terjadi secara masif,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio sudah mengeluarkan pengumuman akan adanya curah hujan dan gelombang tinggi, serta banjir rob (pasang air laut maksimum) mulai Minggu, 7 Desember hingga Selasa, 9 Desember 2025.Â
Peringatan Dini 3 Harian BMKG menempatkan sejumlah wilayah dalam status siaga hujan deras pada hari Senin, 8 Desember 2025 di Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Pontianak, Melawi, Sekadau dan Sintang.
Sedangkan di Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya berpotensi curah hujan tinggi pada 7 hingga 9 Desember 2025.
BMKG juga memperingatkan warga yang berada di pesisir waspada pasang air laut maksimum (banjir rob) dan gelombang tinggi.
Potensi pasang air laut di Kota Pontianak diprediksi mencapai 1.8 meter pada pukul 09.00–11.00 WIB.
Kenaikan gelombang laut diprediksi mencapai 1.25 hingga 2.50 meter. Wilayah perairan yang berpotensi terdampak adalah Perairan Ketapang, Perairan Kayong Utara, Selat Karimata bagian Selatan, Selat Karimata bagian Utara, Perairan Kubu Raya, Perairan Pontianak-Mempawah, Perairan Singkawang-Bengkayang, dan Perairan Sambas.







