klikwartaku.com
Beranda Internasional Wasit Somalia Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia, Omar Artan Disambut Bak Pahlawan

Wasit Somalia Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia, Omar Artan Disambut Bak Pahlawan

Wasit Somalia Omar Artan ditolak masuk Amerika Serikat menjelang Piala Dunia FIFA meski memiliki visa sah. Kepulangannya ke Mogadishu disambut bak pahlawan. Foto: Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English

KLIKWARTAKU — Wasit sepak bola asal Somalia, Omar Artan, mendapat sambutan bak pahlawan saat kembali ke Mogadishu setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat menjelang turnamen Piala Dunia FIFA.

Artan sebelumnya mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang terpilih memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia. Namun, harapan itu pupus setelah otoritas imigrasi Amerika Serikat menolaknya masuk meski membawa visa yang sah.

Wasit berusia 40 tahun itu tiba kembali di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu, pada Rabu, 10 Juni 2026, dan disambut pejabat pemerintah serta ratusan pendukung yang memberikan dukungan moral.

Dalam pidatonya di hadapan warga, Artan meminta generasi muda Somalia tetap optimistis terhadap masa depan negara mereka. “Somalia adalah milik kita semua. Baik di masa baik maupun sulit, saya ingin berpesan kepada generasi muda agar jangan kehilangan harapan terhadap negara kita,” ujar Artan.

Sebelumnya, Artan bertolak menuju Miami melalui Istanbul untuk mengikuti pelatihan bersama jajaran wasit FIFA menjelang Piala Dunia. Ia sempat mengunggah pesan singkat “Berangkat ke Miami” dari hotel transitnya di Istanbul beberapa hari sebelum keberangkatan.

Namun setibanya di Bandara Internasional Miami, petugas imigrasi Amerika Serikat memulangkannya kembali ke Istanbul dengan alasan “kekhawatiran pemeriksaan” tanpa penjelasan rinci.

Keputusan itu memicu kritik luas karena Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebenarnya memberikan pengecualian bagi peserta ajang olahraga internasional dari kebijakan larangan perjalanan.

Pemerintah Somalia menyatakan kecewa atas keputusan tersebut. Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya diplomatik dan negosiasi dengan otoritas Amerika Serikat, namun tidak membuahkan hasil.

FIFA menyatakan persoalan tersebut berada di bawah yurisdiksi imigrasi Amerika Serikat dan berada di luar kewenangan mereka. Meski demikian, sejumlah pejabat Somalia menilai FIFA tetap memiliki tanggung jawab moral atas situasi yang dialami Artan.

Jurnalis olahraga Somalia, Mohamed Salad, mengatakan masyarakat Somalia sebelumnya menyambut terpilihnya Artan seperti keberhasilan tim nasional lolos ke Piala Dunia. “Untuk pertama kalinya kami memiliki seseorang yang lahir dan besar di Somalia mewakili negara di panggung sepak bola terbesar dunia,” kata Salad.

Kontroversi penolakan tersebut juga memunculkan kritik terhadap kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya memberlakukan larangan perjalanan bagi sejumlah negara, termasuk Somalia.

Mantan diplomat Somalia untuk Amerika Serikat, Abukar Arman, menyebut penolakan terhadap Artan sebagai bentuk politik diskriminatif. “Ini hanyalah manifestasi lain dari politik Trump yang penuh dendam dan obsesif terhadap apa pun yang berkaitan dengan Somalia,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pejabat Amerika Serikat menyebut penolakan dilakukan karena dugaan hubungan dengan individu yang dicurigai terkait organisasi teroris, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pengacara imigrasi olahraga Chris Carr menilai keputusan tersebut tidak lazim mengingat Artan merupakan figur publik dengan proses pemeriksaan visa yang ketat. “Mengingat profesi dan pencapaiannya, ini keputusan yang sangat mengejutkan,” katanya.

Omar Artan dikenal sebagai salah satu wasit terbaik Afrika saat ini. Ia mencuri perhatian saat tampil di Piala Afrika 2023 dan kemudian dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025. Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud sebelumnya menyebut Artan sebagai simbol inspirasi bagi generasi muda Somalia.

Karier Artan menjadi simbol kebangkitan sepak bola Somalia setelah negara itu lama terpuruk akibat konflik dan ketidakstabilan sejak runtuhnya pemerintahan pusat pada 1991.

Dukungan terhadap Artan terus mengalir dari berbagai tokoh internasional. Mantan striker Arsenal dan tim nasional Inggris Ian Wright mempertanyakan kebijakan Amerika Serikat yang menolak masuk penggemar, pemain, jurnalis, hingga wasit menjelang turnamen dunia tersebut. “Sekarang wasit? Apakah begini cara tuan rumah bersikap?” ujar Wright dalam pesan video.

Mantan pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn menyebut keputusan itu sebagai “aib mutlak”, sementara mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menilai kebijakan tersebut “kontraproduktif” dan “ketinggalan zaman”.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus juga memberikan dukungan kepada Artan. “Dia tetap menjadi wasit Somalia pertama yang mencapai level tertinggi dan salah satu wasit terbaik Afrika,” tulis Tedros melalui media sosial X.

Meski gagal tampil di Piala Dunia tahun ini, banyak warga Somalia menilai Omar Artan telah mencatat sejarah dan menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda negara tersebut.***

Bagikan:

Iklan