klikwartaku.com
Beranda Internasional Trump Klaim Kapal Mulai Melintas di Selat Hormuz, AS-Iran Siap Teken Kesepakatan Jumat Ini

Trump Klaim Kapal Mulai Melintas di Selat Hormuz, AS-Iran Siap Teken Kesepakatan Jumat Ini

Donald Trump menyebut kapal-kapal mulai bergerak di Selat Hormuz setelah AS dan Iran sepakat menandatangani MoU penghentian konflik pada Jumat mendatang. Foto: Tangkapan layar YouTube NBC News

KLIKWARTAKU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kapal-kapal mulai kembali bergerak melintasi Selat Hormuz setelah muncul sinyal kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan konflik yang melibatkan Iran dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (15/6/2026), menyusul pengumuman kedua negara yang berencana menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pada Jumat mendatang.

Kesepakatan awal itu disebut akan membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, menghentikan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, serta meredakan pertempuran yang berlangsung di berbagai titik konflik kawasan Timur Tengah. “Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang bermuatan minyak, keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Trump menambahkan kapal-kapal tersebut akan melewati jalur pelayaran selatan yang berada di wilayah perairan Oman dan dinilai aman untuk dilalui. “Mereka akan menyusuri jalur selatan yang benar-benar aman, terjamin, dan masih alami,” ujarnya.

Meski demikian, militer Amerika Serikat menegaskan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih diberlakukan hingga penandatanganan resmi kesepakatan pada Jumat nanti.

Dalam peringatan militer yang dirilis Senin, otoritas AS meminta seluruh kapal tidak mencoba memasuki maupun keluar dari pelabuhan Iran sebelum ada instruksi resmi berikutnya. “Blokade militer terhadap pelabuhan Iran masih berlaku dan membatasi seluruh lalu lintas masuk maupun keluar,” demikian isi peringatan tersebut.

Meski pasar minyak global mulai merespons positif perkembangan negosiasi tersebut, proses normalisasi jalur pelayaran diperkirakan memerlukan waktu cukup panjang.

Laporan media internasional menyebut operasi penyapuan ranjau laut di kawasan Selat Hormuz diperkirakan berlangsung selama 40 hingga 50 hari sebelum perusahaan pelayaran dan asuransi internasional benar-benar merasa aman untuk kembali beroperasi penuh.

Kamar Pelayaran Internasional (ICS) juga mengungkapkan sekitar 500 kapal masih menunggu izin melintasi Selat Hormuz, dengan sekitar 20 ribu awak kapal dilaporkan terdampar akibat konflik yang terjadi.

Trump mengatakan isu pembersihan ranjau laut akan menjadi salah satu pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (G7) yang berlangsung di Prancis.

Sementara itu, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat sedikitnya 46 serangan terkait konflik AS dan Iran terhadap jalur pelayaran internasional selama eskalasi berlangsung. Meski ada sinyal perdamaian, sejumlah pertanyaan besar masih belum terjawab, termasuk mengenai masa depan pengelolaan Selat Hormuz dan potensi biaya lintasan kapal di kawasan tersebut.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pihaknya berharap Selat Hormuz dapat dibuka tanpa biaya tol dalam jangka panjang. “Kami berharap jalur itu tetap terbuka tanpa pungutan biaya dalam jangka panjang,” ujar Vance.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei memberi sinyal berbeda dengan menyebut kemungkinan adanya biaya tertentu bagi kapal yang melintas. “Tujuan kami adalah membuka jalur yang aman di kawasan ini, tetapi beberapa hal penting masih perlu dibahas lebih lanjut,” kata Baghaei.

Selain membuka kembali Selat Hormuz, negosiasi lanjutan antara AS dan Iran dalam 60 hari mendatang diperkirakan juga akan membahas isu sensitif lain, seperti program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran, serta hubungan Teheran dengan kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah.

JD Vance juga mengungkapkan bahwa nota kesepahaman awal antara kedua negara sebenarnya telah ditandatangani secara digital sejak Minggu lalu, sehingga isi kesepakatan diperkirakan tidak akan berubah sebelum seremoni resmi penandatanganan pada Jumat mendatang.***

Bagikan:

Iklan