Temui Massa, Gubernur Kalbar Jelaskan Kasus Air Upas Masalah Persaingan Personal
KLIKWARTAKU – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan temui Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) yang datang menuntut kejelasan kasus teror pembakaran di kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Ria Norsan menjelaskan bahwa kasus tersebut masalah persaingan usaha di masyarakat.
“Masalah Air Upas ini, yang pertama adalah masalah keributan di masyarakat. Masalah persaingan usaha. Dunia usaha dan di sini juga ada kecemburuan sosial,” ungkap Gubernur Ria Norsan di halaman Kantor Gubernur Kalbar pada Senin (27/4/2026).
Norsan juga menjelaskan bahwa selama ini dirinya tak tinggal diam dan selalu melakukan komunikasi dengan Bupati Ketapang.
“Bukan saya diam selama satu tahun ini. Saya orangnya tidak mau apa yang saya lakukan untuk kebaikan masyarakar saya ekspose di media. Saya tidak mau jadi ‘gubernur konten’. Saya udah lama mengikuti masalah ini dan selalu berkomunikasi dengan Pak Bupati Ketapang,” tambahnya.
Menurutnya, teror yang disebut belum lama terjadi karena setahun sebelumnya yang dibakar adalah gudang tempat penampungan buah sawit curian, bukan pondok dan rumah warga. Ria Norsan juga menyebut harus berhati-hati dalam menyelasaikan masalah yang cenderung mengarah ke adu domba.
“Yang pertama kali dibakar itu gudang tempat penampung pencurian sawit. Semenjak gudang itu dibakar, pencurian sawit menurun. Nah ini tentulah dari pihak pengusaha yang mengerahkan itu, pembakaran itu. Jadi kita menanganinya itu, harus hati-hati karena ini melibatkan perusahaan yang menggerakkan orang lain. Nah, yang digerakkan ini masyarakat kita sama masyarakat kita juga. Di sini ada adu domba. Makanya kita harus berhati-hati untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.






