klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Pontianak Radikalisme Menyasar Ruang Digital, Mahasiswa Politeknik Aisyiyah Diberi Pembekalan

Radikalisme Menyasar Ruang Digital, Mahasiswa Politeknik Aisyiyah Diberi Pembekalan

Seminar Wawasan Kebangsaan

KLIKWARTAKU – Ancaman paham radikal dan terorisme kini tidak hanya muncul melalui pertemuan langsung, tetapi juga dapat menyasar generasi muda melalui ruang digital.

Kondisi ini menjadi perhatian dalam Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Aisyiyah Pontianak, Selasa, 15 September 2026.

Mengangkat tema “Menjaga Kedaulatan Negara dari Ancaman Paham Radikal dan Terorisme”, seminar tersebut berlangsung di Kampus Politeknik Aisyiyah Pontianak, Jalan Ampera, dan diikuti sekitar 230 peserta.

Peserta terdiri dari unsur pimpinan dan pengurus BEM serta mahasiswa baru. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Satgaswil Kalimantan Barat Densus 88 AT Polri, Briptu Muhammad Mursyid, S.H., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Muhammad Mursyid menyoroti meningkatnya tantangan penyebaran ideologi radikal di tengah perkembangan media sosial dan komunitas daring.

Ia menyebut berdasarkan data survei BNPT tahun 2023, sebanyak 85 persen generasi muda disebut rentan terpapar ideologi radikal.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Pola radikalisasi kini telah bergeser ke ruang digital melalui media sosial dan komunitas daring. Lingkungan kampus yang terbuka dan dinamis juga berpotensi menjadi sasaran penyebaran paham radikal jika tidak diimbangi dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta penguatan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Muhammad Mursyid.

Dalam seminar tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai tahapan proses radikalisasi, mulai dari pra-radikalisasi, pencarian jati diri, indoktrinasi hingga tahap aksi kekerasan.

Selain itu, materi membahas berbagai bentuk ekstremisme yang berkembang di Indonesia serta langkah pencegahannya.

Muhammad Mursyid menekankan pentingnya deteksi dini, pendidikan toleransi, penguatan peran organisasi mahasiswa serta penggunaan teknologi dan media sosial secara bijak.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM Politeknik Aisyiyah Pontianak, Muhammad Habibi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa Siti Nur Haniyah, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk membekali mahasiswa, khususnya mahasiswa baru.

“Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah preventif yang esensial untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman yang komprehensif mengenai arti penting toleransi, menjaga keutuhan NKRI, serta mengenali bahaya tersembunyi dari paham radikal dan terorisme,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya memahami ancaman radikalisme, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan kampus tetap aman, toleran, dan terbuka terhadap keberagaman.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan lancar dan kondusif. Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi dan sesi diskusi.

Melalui kegiatan tersebut, BEM Politeknik Aisyiyah Pontianak mendorong terbentuknya mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan, mampu menyaring informasi di ruang digital, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ***

Bagikan:

Iklan