BMKG Rilis Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 17 September 2026, Kalbar Masuk Daftar
KLIKWARTAKU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis sejumlah wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan angin kencang pada Kamis, 17 September 2026.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode kemarau, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpeluang turun secara lokal. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer, termasuk aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, serta adanya pertemuan dan belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat
Berdasarkan rilis BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Kamis, 17 September 2026 meliputi:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
- Papua
Masuknya Kalimantan Barat dalam daftar ini menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kondisi cuaca panas dan kering.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di:
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Selatan
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi angin kencang. Pohon dan dahan yang rapuh, baliho, hingga bangunan dengan struktur yang kurang kuat dapat berisiko mengalami kerusakan.
81 Persen ZOM Masuk Musim Kemarau
Di sisi lain, BMKG mencatat kondisi kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Hingga Dasarian I September 2026, sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sebanyak 1.637 titik tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem selama lebih dari 60 hari, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.
Kondisi kering tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Cuaca panas juga masih menjadi perhatian. Suhu maksimum di atas 36 derajat Celsius tercatat di sejumlah wilayah, antara lain Lampung, Aceh, Banten, Kalimantan, dan Sulawesi.
Penguatan monsun Australia juga berkontribusi terhadap terjadinya angin kencang di sejumlah daerah. Sebelumnya, kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.
Hujan Lokal Tetap Bisa Terjadi Saat Kemarau
BMKG menjelaskan, kemarau bukan berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari hujan.
Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, ditambah kondisi pertemuan serta belokan angin, dapat memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah tertentu.
Karena itu, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Hujan lokal dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Imbau Masyarakat Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca panas, udara kering, serta potensi angin kencang.
Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta menghindari berada di dekat pohon, baliho, atau bangunan yang berpotensi roboh saat angin kencang.
Dalam kondisi kemarau panjang, penggunaan air juga perlu dihemat. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di kawasan yang rawan karhutla.
Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Di sisi lain, ketika hujan turun, warga juga tetap perlu mewaspadai potensi genangan, longsor, petir, dan angin kencang.
Kondisi cuaca pada Kamis, 17 September 2026 dapat berubah secara lokal. Masyarakat disarankan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.












