Polisi Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Tangerang, Omzet Capai Rp500 Juta
KLIKWARTAKU — Praktik pengoplosan LPG subsidi yang selama ini diduga menjadi biang kelangkaan gas melon akhirnya terbongkar. Polda Banten mengungkap aktivitas ilegal tersebut di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada awal Desember 2025. Jaringan ini disebut telah beroperasi lama dan meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.
Direktur Ditreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, kasus tersebut mencuat setelah laporan masyarakat menyebut kelangkaan LPG tiga kilogram tidak sebanding dengan distribusi pasokan resmi.
“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menemukan adanya aliran distribusi yang tidak semestinya. Gas subsidi disedot untuk dijual ke sektor komersial,” kata Dedi, Kamis 4 Desember 2025.
Dalam operasi penindakan, lanjut dia, petugas menangkap sejumlah pelaku, termasuk pemilik pangkalan dan para pekerja yang memindahkan isi tabung tiga kilogram ke tabung nonsubsidi berukuran lima koma lima kilogram dan 12 kilogram. Ribuan tabung gas, ratusan regulator modifikasi, timbangan digital, hingga kendaraan distribusi ikut disita sebagai barang bukti.
“Modus yang dijalankan yakni membeli tabung subsidi seharga sekitar Rp19 ribu, lalu memindahkan isinya menggunakan alat khusus. Tabung hasil oplosan kemudian dijual ke warung makan dan restoran dengan harga Rp85 ribu untuk ukuran 5,5 kilogram serta Rp140 hingga Rp160 ribu untuk ukuran 12 kilogram,” ungkapnya.
Dedi menerangkan, diduga kuat jaringan tersebut mampu mengoplos 300 hingga 600 tabung setiap hari, dengan keuntungan harian mencapai Rp3, 8 juta sampai dengan Rp7,6 juta. “Jika dihitung sejak mulai beroperasi, omzet yang diperoleh diperkirakan menembus Rp500 juta,” terangnya.
Dedi menegaskan, para pelaku akan dikenakan sanksi tegas sesuai Undang undang Migas nomor 22 tahun 2001 yang telah diperbarui melalui Undang undang nomor 6 tahun 2023, dengan ancaman pidana penjara enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
“Kami akan mendalami dugaan siapa saja yang bermain di belakanga ini termasuk pihak lain yang memasok tabung subsidi dalam jumlah besar kepada jaringan ini,” pungkasnya. ***







