klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Pemerintah Satukan Kopdes, Nelayan, dan SPBU Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Desa

Pemerintah Satukan Kopdes, Nelayan, dan SPBU Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Desa

Ilustrasi Kopdes Merah Putih di Papua

KLIK WARTAKU – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan langkah konkret membangun ekonomi desa dengan menyatukan kekuatan tiga sektor strategis: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan SPBU Nelayan.

Sinergi ini diarahkan untuk membentuk rantai nilai ekonomi lokal yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan—terutama di sektor agromaritim dan ketahanan pangan.

Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Koperasi Kemenkop, Lely Hiswendari, menyatakan bahwa keterpaduan antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta koperasi menjadi kunci penguatan ekonomi akar rumput.

“Kami mendorong terciptanya koperasi modern berbasis potensi lokal yang dikelola profesional dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Lely dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemetaan Potensi Usaha Kopdes Merah Putih di Labuan Bajo, NTT, Jumat (31/10).

Kemenkop kini membangun sistem berbasis digital melalui platform SIMKOPDES, untuk memperkuat fondasi data dan tata kelola koperasi desa. Digitalisasi dianggap penting agar koperasi mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi modern.

Dalam sambutannya, Staf Khusus Menteri Koperasi, Prof. Ambar Pertiwiningrum, menegaskan pentingnya memahami kebutuhan anggota dan memperkuat rekrutmen sebagai basis kelembagaan. “Kopdes harus tumbuh dari kebutuhan riil masyarakat desa,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia P. Asmon, menambahkan bahwa pihaknya mengusung model pembangunan pesisir terintegrasi: koperasi sebagai basis, digitalisasi sebagai instrumen modernisasi, dan pariwisata sebagai katalis ekonomi lokal. “Kami ingin Manggarai Raya menjadi kawasan pesisir yang mandiri dan berdaya saing global,” ujarnya.

Wilayah NTT yang memiliki garis pantai sepanjang 5.782 kilometer dan ekosistem laut yang kaya dinilai sangat potensial bagi pengembangan ekonomi agromaritim berbasis koperasi.

Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Eka Kurniadi menjelaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih dikembangkan secara terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga optimalisasi akses pasar dan pariwisata bahari.

Sementara itu, Hanggowo Wicaksono, Manager Small-Medium Fuel Channel Pertamina Patra Niaga, memperkenalkan kemitraan SPBU Nelayan (SPBUN) sebagai solusi penyediaan energi bagi pelaku perikanan.

Dengan investasi sekitar Rp948 juta dan potensi pendapatan bersih Rp132 juta per tahun, model ini dinilai menjanjikan, apalagi jika dikombinasikan dengan penjualan produk non-bahan bakar (non-fuel retail).

Tenaga Ahli Kemenkop, Dr. Andini, menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih berperan penting dalam menghubungkan petani dan nelayan dengan pasar nasional dan ekspor melalui skema bisnis offtaker, distribusi, dan hilirisasi.

Sementara Riza Azmi, Asisten Deputi Digitalisasi Kemenkop, menekankan percepatan transformasi digital melalui SIMKOPDES, Dashboard KDKMP, dan KDMP Mobile untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akses layanan koperasi.

“Transformasi digital menjadi jembatan agar koperasi desa benar-benar mampu bersaing dalam ekosistem ekonomi nasional,” tegas Riza. **

Bagikan:

Iklan