klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Pemerintah Buka Keran Akses KUR Tanpa Batas di 2026, Suku Bunga 6% Flat untuk Semua Sektor Produktif

Pemerintah Buka Keran Akses KUR Tanpa Batas di 2026, Suku Bunga 6% Flat untuk Semua Sektor Produktif

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

KLIK WARTAKU – Pemerintah memastikan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 akan jauh lebih agresif dan pro-pertumbuhan.

Untuk pertama kalinya, seluruh pelaku usaha produktif akan menikmati suku bunga KUR 6% flat tanpa batasan frekuensi pengajuan, membuka akses pembiayaan seluas-luasnya bagi UMKM yang ingin naik kelas. Kebijakan ini menjadi pilar utama perluasan ekosistem pembiayaan produktif nasional.

“Kami buka akses KUR secara penuh… tidak ada alasan lagi bagi UMKM Indonesia untuk tidak naik kelas,” tegas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM.

Langkah ini menandai perubahan besar dibanding aturan sebelumnya yang membatasi frekuensi akses KUR dan hanya memberikan relaksasi bagi sektor tertentu.

Mulai 2026, seluruh sektor ekonomi berbasis produksi—termasuk industri pengolahan, konstruksi, manufaktur, hingga ekonomi kreatif—akan mendapatkan perlakuan pembiayaan yang sama.

Target KUR 2026 Naik ke Rp295 Triliun, Fokus Produksi 65%

Pemerintah menetapkan target penyaluran KUR tahun 2026 sebesar Rp295 triliun, dengan komitmen meningkatkan porsi sektor produksi menjadi minimal 65%, lebih tinggi dari target 2025 yang berada di level 60%.

Realisasi 2025 menunjukkan tren solid: penyaluran sudah mencapai Rp240,09 triliun atau 83,77% dari target dan menyentuh 4,07 juta pelaku UMKM, dengan NPL terjaga rendah di 2,18%.

Kinerja tersebut turut mengangkat daya serap tenaga kerja: setiap satu debitur KUR diperkirakan mampu menciptakan rata-rata empat lapangan kerja baru, sehingga kontribusi KUR diproyeksi menyentuh 20 juta tenaga kerja pada akhir 2025.

Relaksasi Menyeluruh: Industri Kreatif hingga Startup Berbasis KI

Pemerintah juga menyiapkan terobosan baru berupa KUR berbasis Kekayaan Intelektual (KI) yang memungkinkan aset tak berwujud seperti brand, karya digital, atau paten digunakan sebagai agunan tambahan. Tahun 2026, skema ini menargetkan penyaluran Rp10 triliun khusus sektor ekonomi kreatif.

Perluasan relaksasi ini diharapkan membuka ruang pertumbuhan bagi startup dan UMKM berbasis inovasi yang selama ini kesulitan mengakses kredit konvensional.

Kredit Program Lain Juga Mengalami Lonjakan Plafon

Tidak hanya KUR, sejumlah kredit program pemerintah turut diperkuat:

Tahun 2025, tiga program tersebut mencatat perkembangan positif, termasuk penyaluran Kredit Alsintan Rp59,11 miliar dan KPP senilai Rp492,13 miliar.

Fondasi Ekonomi 2026: Akses Murah, Tanpa Batas, dan Lebih Produktif

Dengan suku bunga yang makin rendah, akses tanpa batas, dan perluasan kredit program lintas sektor, pemerintah menargetkan ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif, memodernisasi sektor produksi, dan memperkuat daya saing nasional.

“KUR mendorong usaha produktif tumbuh, Kredit Alsintan memodernisasi pertanian, KIPK menghidupkan industri padat karya, dan KPP mewujudkan rumah layak. Dengan kebijakan konsisten, pertumbuhan ekonomi yang inklusif bukan hanya slogan,” ujar Airlangga. **

Bagikan:

Iklan