klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Bitcoin Kembali ke US$76.000, Pasar Kripto Bergerak Naik Setelah Keputusan The Fed

Bitcoin Kembali ke US$76.000, Pasar Kripto Bergerak Naik Setelah Keputusan The Fed

Ilustrasi bitcoin

KLIKWARTAKU – Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$76.000 pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Pergerakan tersebut terjadi setelah pasar merespons keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Data pasar menunjukkan Bitcoin berada di sekitar US$76.400 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,53 triliun. Dalam 24 jam terakhir, BTC tercatat bergerak menguat tipis, sementara total kapitalisasi pasar kripto global berada di kisaran US$2,7 triliun.

Pergerakan Bitcoin berlangsung setelah tekanan terhadap pasar kripto pada awal pekan. Salah satu pemicunya adalah kegagalan Senat Amerika Serikat meloloskan langkah prosedural untuk melanjutkan pembahasan CLARITY Act, regulasi yang ditujukan untuk memberikan kerangka hukum lebih jelas bagi aset digital.

Bitcoin sempat turun mendekati US$76.000 setelah perkembangan tersebut. Namun, pada Kamis, BTC kembali menguat sekitar 0,5 persen dan diperdagangkan sekitar US$76.474 seiring membaiknya sentimen di pasar saham Amerika Serikat.

Di antara aset kripto utama lainnya, Ethereum (ETH) berada di kisaran US$2.440. Solana (SOL) diperdagangkan sekitar US$99,5, sedangkan XRP berada di sekitar US$1,29.

Solana mencatat penguatan sekitar 2,5 persen dalam data pasar terbaru. Sementara itu, XRP bergerak relatif datar setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup besar akibat perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Pasar juga mencermati perkembangan penggunaan aset kripto dalam sistem pembayaran. Ripple pada Kamis mengumumkan pengembangan perangkat yang memperluas dukungan pembayaran menggunakan XRP dan RLUSD untuk transaksi otomatis berbasis agen.

Di sisi makroekonomi, perhatian investor masih tertuju pada arah kebijakan The Fed. Goldman Sachs memperkirakan bank sentral AS masih berpotensi menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Oktober, sehingga kebijakan moneter tetap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi aset berisiko, termasuk kripto.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dan aset kripto utama masih dipengaruhi kombinasi sentimen suku bunga AS, perkembangan regulasi aset digital, serta arus dana investor. Volatilitas tetap menjadi karakter penting pasar kripto yang perlu diperhatikan investor.

Bagikan:

Iklan