klikwartaku.com
Beranda Nasional Kementerian PANRB Bantah Ada Insentif bagi Agen Perlinsos Digital

Kementerian PANRB Bantah Ada Insentif bagi Agen Perlinsos Digital

Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Cahyono Tri Birowo

KLIKWARTAKU – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) membantah informasi mengenai adanya penawaran pelatihan pembuatan curriculum vitae (CV) serta pembagian insentif bagi masyarakat yang mendaftar sebagai agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital.

Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB Cahyono Tri Birowo menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam program tersebut didasarkan pada semangat kerelawanan dan kepedulian sosial. Karena itu, tidak ada profesi khusus berbayar untuk mendampingi warga dalam proses pendataan bantuan sosial.

“Informasi itu tidak benar. Seharusnya tidak ada insentif maupun pendaftaran khusus untuk menjadi pendamping bantuan sosial,” ujar Cahyono.

Ia berharap media turut membantu meluruskan informasi tersebut agar masyarakat memahami bahwa program Perlinsos mengedepankan kepedulian antarwarga dengan dukungan teknologi digital.

Menurut Cahyono, pemerintah saat ini tengah menguji coba mekanisme transformasi pendaftaran Perlinsos digital di 258 kabupaten/kota. Sistem tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pendataan bantuan sosial.

Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan memungkinkan proses pendaftaran dilakukan secara lebih praktis. Masyarakat nantinya tidak lagi perlu melampirkan sejumlah dokumen fisik, termasuk KTP elektronik, dalam proses pendataan.

Warga dapat melakukan pendataan secara mandiri menggunakan perangkat gawai dengan dukungan verifikasi data biometrik.

Sistem Perlinsos digital secara nasional ditargetkan mulai diterapkan pada Oktober 2026. Pelaksanaannya akan mengandalkan interkoneksi data dan sistem lintas kementerian serta lembaga.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung dari sisi infrastruktur komunikasi, sedangkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berperan dalam pengawasan keamanan ruang digital.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai pendaftaran agen Perlinsos berbayar maupun tawaran pelatihan yang mengatasnamakan program tersebut.***

Bagikan:

Iklan