MSF Sebut Nabatieh Jadi ‘Jebakan Maut’, Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga
KLIKWARTAKU — Organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders (MSF) memperingatkan bahwa kondisi di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, kini menyerupai sebuah “jebakan maut” setelah gelombang serangan Israel terus berlanjut dan menewaskan puluhan orang dalam beberapa hari terakhir.
Peringatan tersebut muncul ketika operasi militer Israel meningkat tajam di sejumlah wilayah Lebanon selatan menjelang rencana pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss.
Menurut otoritas kesehatan Lebanon, sedikitnya 50 orang tewas, termasuk seorang anggota militer Lebanon, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara dan serangan drone yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.
MSF: Korban Berdatangan dengan Luka Parah
Tim medis MSF yang bertugas di wilayah terdampak melaporkan lonjakan jumlah korban yang membutuhkan penanganan darurat dalam waktu singkat.
Koordinator Darurat MSF di Lebanon, Pierre Boulet-Desbareau, mengatakan rumah sakit menerima pasien dengan berbagai cedera berat, mulai dari luka kepala serius, pendarahan hebat, hingga luka akibat pecahan proyektil yang mengharuskan tindakan amputasi.
Menurutnya, situasi kemanusiaan di Nabatieh semakin memburuk karena banyak korban masih terjebak di lokasi serangan dan belum dapat dievakuasi. “Orang-orang terjebak di bawah bombardir yang sangat intens, sementara tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka dengan aman,” ujarnya.
MSF menegaskan bahwa warga sipil dan petugas penyelamat harus mendapatkan perlindungan sesuai hukum humaniter internasional agar proses evakuasi dapat dilakukan tanpa hambatan.
Tim Penyelamat Kesulitan Menjangkau Korban
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petugas darurat adalah tingginya risiko keselamatan saat melakukan operasi penyelamatan. MSF mengungkapkan bahwa sejumlah paramedis turut menjadi korban saat menjalankan misi evakuasi di wilayah yang masih menjadi sasaran serangan.
Kondisi tersebut membuat banyak korban terluka terpaksa menunggu bantuan lebih lama di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat bombardir. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa akses menuju beberapa lokasi terdampak hampir sepenuhnya tertutup karena serangan yang berlangsung tanpa henti.
Serangan Terus Berlanjut Meski Ada Wacana Gencatan Senjata
Militer Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Hizbullah yang sebelumnya menewaskan empat tentaranya. Namun, serangan tetap berlangsung meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui kerangka gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah.
Hingga Sabtu, pesawat tempur dan drone Israel dilaporkan masih melancarkan serangan di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
Bangunan dan Permukiman Hancur
Media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam berbagai kawasan di Nabatieh sepanjang malam. Sejumlah bangunan tempat tinggal, rumah warga, serta infrastruktur sipil dilaporkan mengalami kerusakan berat. Warga yang selamat terpaksa mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman.
Gelombang pengungsian baru dikhawatirkan akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan di Lebanon selatan.
Perundingan Damai AS-Iran Terancam Tertunda
Di tengah eskalasi konflik tersebut, Iran kembali menegaskan bahwa keberhasilan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat bergantung pada penghentian konflik di seluruh kawasan, termasuk Lebanon. Teheran dilaporkan menunda pengiriman delegasi ke Swiss untuk mengikuti pembicaraan lanjutan dengan Washington karena meningkatnya serangan Israel.
Pemerintah Iran menilai penghentian operasi militer di Lebanon menjadi syarat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi proses diplomasi. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa meningkatnya kekerasan di Lebanon dapat mengganggu upaya perdamaian yang sedang dirintis antara Washington dan Teheran.
Di tengah ketidakpastian tersebut, kondisi kemanusiaan di Nabatieh terus menjadi sorotan dunia. Organisasi bantuan internasional mendesak semua pihak untuk menghormati perlindungan terhadap warga sipil dan membuka akses aman bagi tim penyelamat agar korban yang masih terjebak dapat segera dievakuasi.***











