klikwartaku.com
Beranda Internasional Pesta Piala Dunia Picu Gunungan Sampah, Kota Meksiko Siapkan Pembatasan Alkohol di Ruang Publik

Pesta Piala Dunia Picu Gunungan Sampah, Kota Meksiko Siapkan Pembatasan Alkohol di Ruang Publik

Pemerintah Kota Meksiko mempertimbangkan pembatasan penjualan alkohol di ruang publik setelah lebih dari 700 ribu suporter merayakan kemenangan tim nasional Meksiko di Piala Dunia dan meninggalkan puluhan ton sampah. Foto: Tangkapan layar YouTube Volpe Where Are You

KLIKWARTAKU — Pemerintah Kota Meksiko mulai mempertimbangkan aturan yang lebih ketat terhadap konsumsi minuman beralkohol di ruang publik setelah perayaan besar-besaran keberhasilan tim nasional Meksiko melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 menarik lebih dari 700.000 orang ke pusat kota.

Euforia kemenangan tim berjuluk El Tri itu mengubah pusat ibu kota menjadi lautan manusia. Ribuan pendukung memenuhi jalan-jalan utama sambil mengenakan jersey hijau khas tim nasional Meksiko, membawa bendera negara, mengenakan topeng gulat tradisional Lucha Libre, serta bernyanyi dan menari hingga larut malam.

Namun di balik kemeriahan tersebut, pemerintah kota harus menghadapi dampak yang tidak kecil, mulai dari penumpukan sampah hingga kekhawatiran terhadap konsumsi alkohol berlebihan di area publik.

40 Ton Sampah Usai Perayaan

Sehari setelah pesta kemenangan berlangsung, kawasan pusat kota dan Jalan Reforma—salah satu boulevard paling terkenal di Meksiko—dipenuhi sampah yang ditinggalkan para suporter. Petugas kebersihan kota dilaporkan mengumpulkan sekitar 40 ton sampah dari area pusat kota bersejarah dan lokasi-lokasi perayaan lainnya.

Selain itu, sejumlah taman dan ruang hijau ikut terdampak. Bunga cempasuchil berwarna kuning yang menjadi salah satu ikon budaya Meksiko terlihat rusak akibat terinjak-injak oleh kerumunan yang memadati kawasan tersebut.

Pemerintah Siapkan Pembatasan Penjualan Alkohol

Sekretaris Pemerintahan Kota Meksiko, Cesar Cravioto, mengatakan pemerintah sedang mengevaluasi sejumlah langkah untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya Piala Dunia. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membatasi penjualan alkohol di area publik saat pertandingan besar berlangsung.

Menurut Cravioto, pemerintah akan berkoordinasi dengan restoran, kafe, dan bar agar pelanggan tidak membawa minuman beralkohol keluar dari lokasi usaha. Selain itu, toko swalayan di sekitar pusat kota juga dapat diminta menghentikan penjualan minuman beralkohol beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan keamanan dan menjaga kenyamanan masyarakat selama perayaan berlangsung.

Layar Raksasa Ditambah untuk Kurangi Kepadatan

Pemerintah Kota Meksiko juga berencana menambah fasilitas nonton bareng guna mengurangi penumpukan massa di satu titik. Sebanyak tujuh layar raksasa baru akan dipasang di berbagai lokasi strategis kota, melengkapi 12 layar besar yang sudah beroperasi sebelumnya.

Dengan penyebaran titik tontonan yang lebih luas, pemerintah berharap kerumunan pendukung dapat terbagi secara merata sehingga lebih mudah dikelola oleh aparat keamanan dan petugas layanan publik. Selain itu, personel tambahan akan dikerahkan untuk mengawasi aktivitas pedagang kaki lima yang menjual minuman beralkohol tanpa izin resmi.

Imbauan untuk Rayakan dengan Tertib

Pemerintah menegaskan tidak bermaksud mengurangi antusiasme masyarakat dalam mendukung tim nasional. Namun, perayaan diharapkan tetap berlangsung secara tertib dan bertanggung jawab. “Kami ingin para penggemar tetap menikmati suasana Piala Dunia, tetapi tanpa konsumsi alkohol yang berlebihan,” ujar Cravioto.

Pernyataan tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh kerumunan besar selama turnamen berlangsung.

Fenomena Serupa Terjadi di Kota Tuan Rumah Lain

Kota-kota lain yang menjadi tuan rumah Piala Dunia juga menghadapi tantangan serupa. Di Boston, misalnya, ribuan pendukung tim nasional Skotlandia yang dikenal dengan julukan Tartan Army dilaporkan membanjiri berbagai bar setelah kemenangan tim mereka atas Republik Haiti.

Tingginya konsumsi minuman beralkohol bahkan menyebabkan beberapa tempat usaha kehabisan stok bir dalam waktu singkat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa selain menjadi ajang olahraga terbesar di dunia, Piala Dunia juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi kota-kota penyelenggara dalam mengelola keamanan, kebersihan, dan ketertiban publik.

Sementara itu, tim nasional Meksiko akan kembali berlaga pada Rabu mendatang menghadapi Republik Ceko dalam laga lanjutan fase grup. Pemerintah Kota Meksiko berharap pengalaman dari perayaan sebelumnya dapat menjadi pelajaran untuk memastikan euforia sepak bola tetap berlangsung meriah tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kota dan warganya.***

Bagikan:

Iklan