klikwartaku.com
Beranda Nasional Kemensos Usulkan Tambahan 9.000 Tenaga Guru untuk Sekolah Rakyat

Kemensos Usulkan Tambahan 9.000 Tenaga Guru untuk Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Sonosewu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

KLIKWARTAKU – Kementerian Sosial Republik Indonesia mengusulkan penambahan lebih dari 5.000 formasi guru dan 4.000 tenaga kependidikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi guna mendukung perluasan program Sekolah Rakyat.

Ia menyebut kebutuhan tambahan tenaga pendidik meningkat seiring lonjakan target jumlah siswa dalam dua tahun ke depan.

“Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk Sekolah Rakyat ini,” ujar Saifullah Yusuf.

Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat tercatat hampir 16.000 orang. Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30.000 siswa baru pada tahun ini, sehingga total peserta didik diproyeksikan melampaui 45.000.

Bahkan, hingga tahun depan, jumlah siswa baru ditargetkan meningkat lebih dari 60.000 orang, sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Dengan demikian, total siswa Sekolah Rakyat diperkirakan dapat menembus angka 100.000.

“Jadi, tahun depan target kita secara keseluruhan sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat, untuk itu dibutuhkan tambahan guru,” kata Mensos.

Kemensos menyerahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait penentuan kebutuhan keahlian dan spesifikasi tenaga pendidik. Meski demikian, seluruh tenaga yang terpilih nantinya akan mengikuti pelatihan dan pembinaan khusus guna menjaga kualitas pengajaran.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan terendah, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini juga mengintegrasikan berbagai layanan sosial, seperti pemenuhan gizi, layanan kesehatan, jaminan sosial, serta dukungan ekonomi keluarga.

Berdasarkan data Kemensos, saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di 38 provinsi sejak Juli 2025, dengan total sekitar 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Pemerintah juga tengah membangun 101 sekolah permanen pada tahun ini, sebagai bagian dari target pembangunan 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.***

Bagikan:

Iklan