Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Rp2,593 Juta per Gram pada 16 September 2026
KLIKWARTAKU – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (16/9/2026), sementara harga emas batangan Antam di Indonesia juga bergerak naik. Penguatan emas global terjadi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat yang menjadi perhatian utama pasar.
Harga emas spot naik lebih dari 1 persen menjadi sekitar US$4.346,30 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik menjadi sekitar US$4.387,60 per troy ounce.
Pergerakan emas dipengaruhi pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor karena emas dihargai dalam dolar AS dan tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pasar juga menunggu keputusan The Fed setelah pertemuan kebijakan moneter yang berlangsung 15–16 September 2026. Pelaku pasar memperkirakan keputusan suku bunga akan menjadi faktor penting yang menentukan arah emas dalam perdagangan berikutnya.
Di Indonesia, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu (16/9/2026) naik tipis Rp1.000 menjadi Rp2.593.000 per gram. Harga tersebut merupakan harga jual emas Antam yang dipantau pada pagi hari.
Kenaikan harga emas Antam terjadi setelah harga emas dunia mengalami tekanan dalam beberapa hari sebelumnya. Pergerakan harga emas domestik juga dipengaruhi oleh perubahan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sementara itu, harga emas di Pegadaian menunjukkan pergerakan berbeda. Untuk emas Antam ukuran 1 gram, harga tercatat sekitar Rp2.529.000, sedangkan emas UBS berada di kisaran Rp2.561.000 per gram.
Harga emas Galeri24 di Pegadaian berada di kisaran Rp2,5 juta per gram. Perbedaan harga antara emas Antam di butik resmi dan produk emas yang dijual Pegadaian terjadi karena masing-masing menggunakan harga jual, margin, dan mekanisme perdagangan yang berbeda.
Penguatan emas dunia pada Rabu ini juga berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko inflasi dan perkembangan geopolitik. Harga minyak yang mulai turun turut memberikan ruang bagi emas setelah sebelumnya kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Bagi investor di Indonesia, arah harga emas selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil keputusan The Fed, pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta nilai tukar rupiah.







