klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Bitcoin dan Kripto Lainnya Rabu 16 September 2026: BTC Tertekan, XRP Anjlok 8 Persen

Bitcoin dan Kripto Lainnya Rabu 16 September 2026: BTC Tertekan, XRP Anjlok 8 Persen

Ilustrasi kripto

KLIKWARTAKU – Harga Bitcoin (BTC) dan sejumlah aset kripto utama bergerak melemah pada Rabu (16/9/2026). Bitcoin berada di kisaran US$76.000 atau sekitar Rp1,34 miliar per BTC, sementara Ethereum (ETH), XRP, BNB, dan sejumlah altcoin juga berada di zona merah.

Tekanan pasar terjadi ketika investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Pada saat yang sama, pasar kripto mendapat tekanan tambahan setelah Senat AS gagal melanjutkan pembahasan CLARITY Act, rancangan regulasi yang berkaitan dengan kerangka hukum aset digital.

Bitcoin sempat bergerak mendekati US$75.000 setelah sebelumnya berada di atas US$80.000 pada awal September. Data pasar pada Rabu menunjukkan BTC diperdagangkan sekitar US$76.154, turun sekitar 1,02 persen dalam 24 jam pada salah satu pembaruan harga.

Di pasar Indonesia, harga Bitcoin berada di kisaran Rp1,34 miliar per BTC. Nilai rupiah dapat berbeda antarplatform karena mengikuti harga global, kurs dolar AS, serta likuiditas dan kondisi perdagangan di masing-masing bursa.

Ethereum (ETH) juga mengalami tekanan. Harga ETH berada di sekitar US$2.423, atau sekitar Rp42 juta jika dikonversikan menggunakan kurs pasar, dengan penurunan sekitar 2,17 persen dalam 24 jam.

Tekanan paling besar terlihat pada XRP. Aset kripto tersebut diperdagangkan di sekitar US$1,29 atau Rp22.800 per XRP, turun sekitar 8 persen dalam 24 jam. Data harian menunjukkan XRP berada di sekitar Rp22.797 pada 16 September, turun sekitar 8,1 persen.

Sementara itu, Binance Coin (BNB) berada di kisaran US$714,89, turun sekitar 0,56 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga menjalar ke sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar.

Pasar juga mencermati pergerakan Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE). Keduanya termasuk aset kripto besar yang turut terdampak perubahan sentimen pasar menjelang keputusan kebijakan moneter AS.

Selain faktor The Fed, investor kripto menghadapi tekanan dari meningkatnya ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat. Kegagalan pemungutan suara prosedural atas CLARITY Act pada Selasa membuat Bitcoin dan sejumlah token utama kembali mengalami tekanan.

Tekanan tersebut juga memicu aksi likuidasi posisi long di pasar derivatif kripto. Nilai posisi bullish yang dilikuidasi dalam 24 jam dilaporkan mencapai sekitar US$570 juta, dengan Bitcoin dan Ethereum menjadi aset yang paling banyak terkena likuidasi.

Pergerakan harga kripto berikutnya masih akan sangat dipengaruhi keputusan The Fed serta arah kebijakan suku bunga AS. Pasar juga akan mencermati apakah Bitcoin mampu bertahan di atas area US$75.000 setelah mengalami koreksi dari level di atas US$80.000.

Bagikan:

Iklan