klikwartaku.com
Beranda Internasional Ghana Protes Afrika Selatan Usai Serangan Xenofobia terhadap Warga Migran

Ghana Protes Afrika Selatan Usai Serangan Xenofobia terhadap Warga Migran

Ghana memanggil utusan Afrika Selatan setelah insiden serangan terhadap migran. Video aksi vigilante memicu kecaman dan sorotan isu xenofobia. Foto: Tangkapan layar YouTube africanews

KLIKWARTAKU — Pemerintah Ghana memanggil perwakilan diplomatik Afrika Selatan setelah muncul laporan serangan dan intimidasi terhadap warga asing, termasuk migran asal Ghana, di negara tersebut.

Langkah ini diambil menyusul beredarnya video di media sosial yang menunjukkan kelompok vigilante menghadang dan menginterogasi orang-orang yang mereka curigai sebagai imigran ilegal. Dalam salah satu video, seorang pria asal Ghana dipaksa menunjukkan dokumen identitasnya, namun tetap dipertanyakan keabsahannya.

Kementerian Luar Negeri Ghana menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk xenofobia yang merendahkan martabat dan hak warga yang sah. Pemerintah memastikan pria dalam video tersebut berada di Afrika Selatan secara legal.

“Kami mengecam tindakan intimidasi dan pelecehan ini yang melanggar hak warga negara yang taat hukum,” demikian pernyataan resmi pemerintah Ghana, Kamis.

Diplomasi Memanas

Pihak Ghana telah bertemu dengan pejabat tinggi Afrika Selatan di Accra, termasuk penjabat komisaris tinggi Thando Dalamba, untuk menyampaikan protes resmi. Utusan Ghana di Afrika Selatan, Benjamin Quashie, juga telah menemui korban dalam video tersebut dan meminta warga Ghana di luar negeri tetap mematuhi hukum setempat.

Menteri Luar Negeri Ghana Samuel Okudzeto Ablakwa dilaporkan telah berbicara dengan mitranya dari Afrika Selatan, Ronald Lamola. Lamola menjanjikan investigasi penuh dan menyampaikan empati terhadap para korban.

Pemerintah Afrika Selatan Bereaksi

Penjabat Menteri Kepolisian Afrika Selatan Firoz Cachalia mengecam aksi main hakim sendiri tersebut. Ia menegaskan tidak ada individu atau kelompok yang berhak menegakkan hukum di luar otoritas negara. Afrika Selatan sendiri menampung sekitar 2,4 juta migran atau hampir 4 persen dari total populasi, meski jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar karena banyak yang tidak terdaftar.

Akar Masalah Xenofobia

Isu xenofobia telah lama menghantui Afrika Selatan, kerap dipicu oleh ketegangan sosial dan ekonomi seperti pengangguran serta peredaran narkoba. Migran kerap dijadikan kambing hitam atas berbagai persoalan domestik.

Kelompok vigilante seperti Operation Dudula dan March on March mengklaim negara tersebut “dibanjiri” migran ilegal dan mendorong aksi pengusiran. Aksi demonstrasi kelompok ini beberapa kali berujung kekerasan, termasuk penyerangan terhadap toko milik warga asing.

Dalam insiden terbaru di Durban, rekaman video menunjukkan sejumlah orang memukuli pria yang dituduh sebagai imigran ilegal. Ketegangan ini kembali menyoroti rapuhnya hubungan antarwarga di Afrika Selatan serta tantangan pemerintah dalam menangani isu migrasi dan stabilitas sosial di negara tersebut.***

Bagikan:

Iklan