BRIN Percepat Riset Sungai Bawah Tanah untuk Perkuat Ketahanan Air
KLIKWARTAKU – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan riset ketahanan air melalui kajian sungai bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat inovasi teknologi air sebagai upaya menghadapi tantangan penyediaan air bersih dan dampak perubahan iklim.
Riset difokuskan pada pemetaan aliran sungai bawah tanah serta pengembangan teknologi pengolahan air agar sumber daya air dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan penelitian tersebut berangkat dari potensi Goa Barat yang menjadi salah satu sumber air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, pemetaan karakteristik sungai bawah tanah menjadi dasar penting dalam pengembangan teknologi ketahanan air.
“Ini adalah salah satu sumber air bersih bagi masyarakat setempat. Agenda riset yang saat ini kita lakukan adalah bagaimana bisa men-track alur sungai bawah tanah tersebut,” ujar Arif usai meninjau Goa Barat.
Selain memetakan aliran air, BRIN juga meneliti kualitas air sungai bawah tanah. Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya indikasi kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) yang relatif tinggi sehingga diperlukan teknologi pengolahan untuk menghasilkan air yang layak konsumsi.
“Kita harus memberikan solusi melalui teknologi pengolahan air agar masyarakat dapat memanfaatkan air dengan kualitas yang sangat baik,” katanya.
Menurut Arif, riset tersebut tidak hanya ditujukan menghasilkan temuan ilmiah, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan guna memperkuat ketahanan air nasional, khususnya di wilayah yang bergantung pada sumber air bawah tanah.
Dalam kunjungannya ke Kebumen, Arif juga meninjau Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Karangsambung yang menjadi pusat riset geologi BRIN. Kawasan tersebut dilengkapi museum geologi, koleksi batuan, dan laboratorium yang mendukung penelitian kebumian.
Ia menilai dialog bersama para peneliti di Karangsambung menjadi momentum untuk menyusun agenda riset strategis, terutama di bidang geologi dan teknologi air yang mendukung pembangunan nasional.
Penguatan riset di Kebumen merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan teknologi ketahanan air. Sebelumnya, dalam rapat terbatas mengenai penanganan cuaca ekstrem dan penanggulangan bencana di Istana Negara pada 28 Juli 2026, BRIN memaparkan 13 teknologi ketahanan air yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air nasional.
Teknologi tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan air Indonesia sekaligus mendukung penyediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan berbasis hasil riset.***








