klikwartaku.com
Beranda Nasional BNPB Siapkan Mitigasi Kekeringan di NTB, Sumur Bor Jadi Prioritas

BNPB Siapkan Mitigasi Kekeringan di NTB, Sumur Bor Jadi Prioritas

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyant

KLIKWARTAKU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring prediksi berkembangnya fenomena El Nino pada paruh kedua 2026.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah sepakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun.

Mitigasi dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca apabila masih tersedia potensi awan hujan, pembangunan sumur bor di wilayah terdampak, penyediaan mobil tangki air bersih, serta dukungan berbagai peralatan logistik penanggulangan bencana.

Menurut Suharyanto, pembangunan sumur bor menjadi solusi utama untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di daerah yang mengalami kekeringan. Apabila pengeboran tidak menemukan sumber air dan jaringan perpipaan tidak memungkinkan dibangun karena kondisi wilayah yang sangat kering, distribusi air bersih dengan mobil tangki menjadi alternatif terakhir.

Sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman minimal 100 meter atau disesuaikan dengan kondisi geologi di masing-masing wilayah. BNPB juga menyiapkan sarana pendukung berupa pipa, toren penampungan air, dan perlengkapan lainnya agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber air tersebut.

Dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana kekeringan yang digelar di Mataram, Jumat (24/7), Suharyanto mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB yang telah menempatkan penanggulangan bencana sebagai salah satu prioritas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketangguhan daerah, mitigasi risiko terpadu, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

BNPB berharap kebijakan yang diterapkan NTB dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain, khususnya wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, agar memasukkan kajian risiko bencana dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, BNPB juga menyerahkan bantuan penanganan kekeringan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan status siaga darurat. Bantuan meliputi pompa alkon, pompa pendorong mata air atau sungai, tandon air beserta dudukannya, pipa pralon, kran, serta paket sembako.

Tinjau Sistem Peringatan Dini Tsunami

Usai rapat koordinasi, Kepala BNPB meninjau sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System/EWS) yang terpasang di kawasan wisata Taman Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan perangkat yang dipasang sejak 2025 tersebut masih berfungsi dengan baik. Hasil uji coba menunjukkan sirene masih beroperasi normal dan siap digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terjadi potensi tsunami.

Sistem tersebut terhubung dengan sensor gempa bumi dan perubahan muka air laut sehingga sirene dapat aktif secara otomatis. Selain itu, perangkat juga dapat dioperasikan secara manual apabila diperlukan.

Untuk menjaga keandalannya, BPBD bersama aparat setempat melakukan uji fungsi sirene secara rutin setiap tanggal 26 setiap bulan sehingga perangkat dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan saat keadaan darurat.***

Bagikan:

Iklan