Harga Bitcoin Jumat Turun, Kripto Utama Ikut Tertekan
KLIKWARTAKU – Harga Bitcoin (BTC) bergerak melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026), berada di kisaran US$76.700 atau sekitar Rp1,35 miliar per BTC. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar kripto masih menghadapi tekanan setelah Bitcoin terkoreksi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, Bitcoin berada di sekitar Rp1,354 miliar dan mencatat kenaikan tipis sekitar 0,41 persen pada perdagangan 11 September. Namun, dalam sepekan Bitcoin masih terkoreksi sekitar 4,7 persen.
Dalam perdagangan global, Bitcoin bergerak di kisaran US$76.000-US$77.000. Harga tersebut masih jauh dari level US$80.000 yang sebelumnya menjadi perhatian investor.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah aset kripto besar lainnya. Ethereum berada di kisaran Rp43 juta per koin, sedangkan BNB sekitar Rp12,46 juta.
XRP diperdagangkan sekitar Rp23.800 per koin. Sementara Solana berada di kisaran Rp1,75 juta dan TRON sekitar Rp5.900.
Pergerakan antar-aset tidak sepenuhnya seragam. Ethereum masih mencatat penguatan tipis, sementara Bitcoin, BNB, XRP dan Solana berada dalam tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir.
Data perdagangan menunjukkan XRP mengalami koreksi hampir 3 persen, sedangkan Solana turun sekitar 1,9 persen. BNB juga melemah sekitar 2 persen.
Tekanan lebih besar terjadi pada sejumlah altcoin. Bitcoin Cash, misalnya, turun lebih dari 10 persen, sedangkan Zcash terkoreksi hampir 9 persen dalam perdagangan 24 jam.
Kondisi tersebut menunjukkan investor kripto masih cenderung selektif. Pergerakan harga Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar turut menjadi indikator penting untuk melihat arah pasar secara keseluruhan.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah kondisi ekonomi global dan prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Di sisi lain, arus dana ke produk investasi Bitcoin berbasis bursa masih menjadi sentimen positif. Dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya, produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk yang cukup besar.
Bagi investor Indonesia, pelemahan rupiah juga menjadi faktor penting dalam melihat harga Bitcoin dalam rupiah. Harga BTC dalam rupiah dipengaruhi kombinasi pergerakan Bitcoin dalam dolar AS dan nilai tukar rupiah.
Dengan demikian, penurunan Bitcoin di pasar global tidak selalu menghasilkan persentase penurunan yang sama dalam rupiah. Perubahan kurs dolar terhadap rupiah dapat memperbesar atau mengurangi dampak pergerakan harga aset kripto.
Pasar kripto pada Jumat ini masih menghadapi volatilitas tinggi. Investor perlu mencermati pergerakan Bitcoin sekaligus sentimen makroekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi.
Bitcoin tetap menjadi aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di industri kripto. Namun, volatilitas yang tinggi membuat pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berubah cepat, termasuk ketika muncul data ekonomi atau sentimen baru dari pasar global.









