klikwartaku.com
Beranda Ekonomi IHSG Jumat 11 September 2026 Ditutup Melemah 0,73 Persen ke Level 6.541

IHSG Jumat 11 September 2026 Ditutup Melemah 0,73 Persen ke Level 6.541

KLIKWARTAKU – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). IHSG melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke level 6.541,38 setelah bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan.

Tekanan jual sudah terlihat sejak pembukaan. IHSG dibuka turun 36,55 poin atau 0,55 persen ke level 6.552,79, kemudian sempat terperosok hingga level terendah 6.462,96 sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan.

Pergerakan mayoritas saham masih menunjukkan tekanan yang kuat. Sebanyak 471 saham ditutup melemah, sedangkan 197 saham menguat dan 295 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Volume transaksi mencapai sekitar 28,50 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,62 triliun dan frekuensi perdagangan sekitar 1,91 juta kali.

Dari sisi sektoral, tekanan terjadi hampir merata. Sebanyak 10 dari 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona merah.

Sektor barang konsumen primer menjadi salah satu pemberat utama dengan penurunan 1,25 persen. Sektor energi menyusul dengan koreksi 1,22 persen, sementara sektor infrastruktur melemah 1,20 persen.

Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan justru menjadi satu-satunya sektor yang mampu menguat. Indeks sektor kesehatan melonjak 3,91 persen.

Pelemahan IHSG pada akhir pekan ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (10/9/2026), IHSG turun 1,33 persen ke level 6.589,34.

Sentimen eksternal turut menjadi perhatian investor. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, kenaikan harga minyak dunia, serta kekhawatiran terhadap inflasi dan arah suku bunga global masih membayangi pasar.

Pada perdagangan Jumat, rupiah juga berada dalam tekanan. Rupiah dibuka di level Rp17.585 per dolar AS, melemah sekitar 0,22 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya di Rp17.547 per dolar AS.

Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi. Pasar juga mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga dan pergerakan aset berisiko.

Pelemahan IHSG terjadi bersamaan dengan koreksi sejumlah bursa utama Asia. Kondisi ini menunjukkan sentimen global masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

Meski demikian, IHSG berhasil mengurangi sebagian tekanan setelah sempat jatuh di bawah level 6.500. Indeks kemudian ditutup di 6.541,38, masih turun dari posisi penutupan perdagangan Kamis.

Bagikan:

Iklan