Harga Emas Antam Jumat 11 September 2026 Turun Rp25 Ribu, Perak Ikut Anjlok
KLIKWARTAKU – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) turun pada Jumat (11/9/2026). Harga dasar emas Antam tercatat Rp2.600.000 per gram, turun Rp25.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.625.000 per gram.
Penurunan tersebut membuat harga emas Antam ukuran 1 gram menjadi Rp2.600.000 sebelum pajak. Jika dikenakan PPh 22 sebesar 0,25 persen, harganya menjadi Rp2.606.500.
Untuk pecahan lainnya, emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp1.350.000 sebelum pajak. Sementara emas 2 gram Rp5.140.000, 3 gram Rp7.685.000, dan 5 gram Rp12.775.000.
Harga emas Antam 10 gram tercatat Rp25.495.000. Kemudian ukuran 25 gram Rp63.612.000, 50 gram Rp127.145.000, dan 100 gram Rp254.212.000 sebelum pajak.
Di tengah penurunan harga emas Antam, harga perak murni Antam juga mengalami koreksi cukup tajam. Harga perak tercatat Rp41.860 per gram, turun Rp2.340 dari posisi sebelumnya Rp44.200 per gram.
Untuk perak murni ukuran 250 gram, harga dasar berada di Rp10.865.000. Setelah memperhitungkan PPN 11 persen, nilainya menjadi Rp12.060.150.
Sementara perak murni ukuran 500 gram memiliki harga dasar Rp20.930.000 atau Rp23.232.300 setelah PPN 11 persen. Perak Heritage ukuran 31,1 gram dibanderol Rp1.849.629 sebelum pajak dan Rp2.053.088 setelah PPN.
Pergerakan logam mulia domestik tersebut terjadi ketika harga emas dunia juga berada dalam tekanan setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam. Namun, pada perdagangan Jumat, harga emas global kembali mengalami rebound.
Harga emas spot naik lebih dari 1 persen dan berada di sekitar US$4.385 per troy ounce. Emas berjangka Amerika Serikat juga bergerak menguat di sekitar US$4.427 per troy ounce.
Penguatan emas dunia pada Jumat didorong aksi beli setelah penurunan harga sebelumnya. Investor juga kembali mencermati emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Namun, kenaikan harga emas dunia belum sepenuhnya menghapus tekanan sepanjang pekan. Emas masih berada di jalur penurunan mingguan karena pasar menghadapi perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Data inflasi Amerika Serikat menjadi perhatian utama investor. Inflasi konsumen tahunan pada Agustus tercatat 3,4 persen, sehingga ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve kembali meningkat.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS juga dapat mengurangi daya tarik emas bagi investor.
Selain emas, logam mulia lainnya turut bergerak volatil. Harga perak dunia pada Jumat berada di sekitar US$64,86 per troy ounce setelah mengalami penguatan sekitar 2,1 persen.
Sementara platinum naik sekitar 1,5 persen menjadi US$1.803,94 per troy ounce. Palladium juga menguat sekitar 2,9 persen ke US$1.318,91 per troy ounce.
Bagi investor Indonesia, pergerakan harga emas tidak hanya ditentukan oleh harga emas dunia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas domestik karena emas dunia dihitung dalam mata uang dolar.
Dengan harga emas global yang masih berada di level tinggi dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda, emas tetap menjadi perhatian investor. Namun, perubahan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat dapat membuat harga emas bergerak lebih volatil dalam jangka pendek.










