klikwartaku.com
Beranda Nasional Hari Ketujuh, 126 Korban KMP Virgo Transport 8 Masih Dicari

Hari Ketujuh, 126 Korban KMP Virgo Transport 8 Masih Dicari

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8

KLIKWARTAKU – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ketujuh. Hingga Sabtu 19 September 2026, sebanyak 126 orang masih dalam pencarian di lokasi kejadian di Perairan Laut Jawa.

Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut 243 orang. Dari jumlah tersebut, 117 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan sembilan lainnya meninggal dunia.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mengoptimalkan operasi SAR dengan mengerahkan tiga kapal negara, yakni KN Kunyit, KN Grantin P. 211, dan KN Miang Besar. Ketiganya memperkuat pencarian, pengamatan, penyelaman, evakuasi, serta aspek keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kecelakaan.

KN Kunyit yang dikerahkan Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin difokuskan untuk mendukung kenavigasian sekaligus operasi SAR. Kapal tersebut telah memasang Wreck Mark Buoy atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) sebagai penanda lokasi kerangka KMP Virgo Transport 8 yang berada di bawah laut.

Pemasangan Wreck Mark Buoy selesai pada Kamis 17 September 2026 sekira pukul 15.25 waktu setempat. Selain itu, empat pelampung penandaan sementara dipasang di sekitar lokasi kerangka kapal.

Penandaan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada kapal-kapal yang melintas sekaligus menjaga keselamatan alur pelayaran di sekitar lokasi kecelakaan.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro mengatakan, KN Kunyit tetap berada di sekitar lokasi untuk mendukung proses pencarian dan penyelaman yang dilakukan Tim SAR Gabungan.

“KN Kunyit telah melakukan penandaan kerangka KMP Virgo Transport 8 dengan Wreck Mark Buoy dan penandaan sementara di sekitar lokasi. KN Kunyit juga tetap berada di lokasi untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban oleh Tim Gabungan,” ujar Hary.

Berdasarkan komunikasi SROP Banjarmasin dengan KN Kunyit pada Jumat 18 September 2026 pukul 11.21 waktu setempat, kegiatan penyelaman untuk mencari korban telah berlangsung.

SROP Banjarmasin juga terus mendukung operasi melalui komunikasi dan pemantauan serta menyebarluaskan informasi keselamatan pelayaran melalui Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi.

Pencarian korban juga diperkuat KN Grantin P. 211 yang dikerahkan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak.

Kapal tersebut melakukan penyisiran dan pengamatan di area kejadian untuk membantu menemukan korban. Personel penyelam juga disiapkan untuk mendukung operasi SAR Gabungan.

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak Capt. Rusmanu mengatakan, KN Grantin P. 211 terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“KN Grantin P. 211 melakukan penyisiran dan pengamatan untuk mencari korban di daerah kejadian. Kami terus mendukung upaya Tim SAR Gabungan dan berharap proses pencarian dapat berjalan lancar,” kata Rusmanu.

Sementara itu, KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda juga telah dikirim untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi di lokasi kecelakaan.

Pengerahan tiga kapal negara tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk untuk mendukung penyelaman dan proses evakuasi korban.

Selain pencarian korban, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait mulai menyiapkan langkah teknis untuk mengangkat KMP Virgo Transport 8 yang berada di bawah laut.

Rapat bersama seluruh pemangku kepentingan dan perusahaan pekerjaan bawah air telah dilakukan untuk membahas hasil survei kondisi kapal. Hasil survei tersebut menjadi dasar dalam mempersiapkan proses teknis pengangkatan kerangka kapal.

Proses pengangkatan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kerangka kapal dan aspek keselamatan dalam pekerjaan bawah air.

Untuk mendukung penanganan korban, dua reefer container berukuran 20 kaki telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Fasilitas tersebut disiapkan PT Meratus Line untuk mendukung penanganan jenazah dan proses autopsi.

Pemerintah juga mengupayakan tambahan dua reefer container yang akan ditempatkan di kapal navigasi. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses pemindahan korban dari lokasi kapal tenggelam menuju pelabuhan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Kementerian Perhubungan menyatakan terus mendukung penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8, termasuk operasi pencarian dan pertolongan, penyampaian informasi resmi kepada keluarga korban, serta pemenuhan hak-hak korban.

Dukungan juga mencakup pendampingan terkait santunan asuransi. Sementara itu, investigasi kecelakaan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan masih adanya 126 orang dalam pencarian, operasi SAR Gabungan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan kapal, personel penyelam, dukungan kenavigasian, serta koordinasi seluruh pemangku kepentingan di lokasi kejadian.***

Bagikan:

Iklan