klikwartaku.com
Beranda Nasional Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Serangan terhadap Masjid di Tepi Barat

Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Serangan terhadap Masjid di Tepi Barat

Gedung Pancasila di Kompleks Kementerian Luar Negeri

KLIKWARTAKU –  Indonesia bersama tujuh negara Muslim, yakni Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA), mengutuk keras serangan pemukim Israel terhadap Masjid Agung di Desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di Desa Mazar’a al-Nubani, Ramallah Utara, Tepi Barat.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat 19 Juni 2026, delapan negara tersebut menegaskan bahwa meningkatnya aksi kekerasan di wilayah pendudukan Palestina merupakan pelanggaran terhadap kesucian tempat ibadah, hukum internasional, serta hukum humaniter internasional.

“Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kesucian tempat ibadah dan situs keagamaan, hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, serta resolusi PBB yang relevan,” demikian pernyataan bersama tersebut.

Para menteri luar negeri dari delapan negara itu menegaskan bahwa Israel sebagai kekuatan pendudukan harus bertanggung jawab atas rangkaian serangan yang terjadi. Mereka menilai tindakan para pemukim Israel berpotensi memicu ekstremisme dan menghambat berbagai upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian.

Karena itu, komunitas internasional didesak mengambil langkah konkret melalui tekanan diplomatik dan hukum agar Israel menghentikan praktik-praktik yang dinilai melanggar hukum di Tepi Barat. Mereka juga meminta agar para pelaku kekerasan diproses secara hukum tanpa impunitas.

Selain menyampaikan kecaman, delapan negara tersebut menegaskan kembali dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri.

Mereka juga menyerukan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sejalan dengan solusi dua negara dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Pernyataan bersama itu disusun di sela-sela pertemuan diplomatik negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang membahas perkembangan situasi di Palestina serta upaya mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Bagikan:

Iklan