Romi Wijaya Prioritaskan Penguatan Fiskal dan Tata Kelola Pemerintahan
KLIKWARTAKU – Di tengah berbagai tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Kabupaten Kayong Utara terus berupaya menjaga stabilitas keuangan dan memperkuat sistem pemerintahan sebagai modal utama mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam menata arah pembangunan daerah ke depan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara Romi Wijaya saat membuka Musyawarah Cabang III Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kayong Utara di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana.
Dalam kesempatan itu, Romi menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali.
Di tengah berbagai tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah di berbagai wilayah, Kabupaten Kayong Utara dinilai mampu menjaga stabilitas anggaran tanpa dibebani utang daerah.
Menurutnya, kemampuan daerah dalam memenuhi berbagai kewajiban, termasuk pembayaran gaji pegawai dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah kondisi keuangan kita sehat. Tidak ada utang, gaji PPPK terbayar, termasuk gaji ke-13,” ujarnya.
Romi menjelaskan, pemerintah daerah saat ini lebih memprioritaskan pembenahan sistem pemerintahan dan penguatan kapasitas fiskal dibanding melakukan ekspansi pembangunan secara besar-besaran.
Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan yang dijalankan memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ia mengibaratkan Kabupaten Kayong Utara sebagai sebuah bahtera yang harus dipastikan kokoh sebelum berlayar menuju tujuan yang lebih besar. Karena itu, kesehatan keuangan daerah dan tata kelola pemerintahan menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan sistem pemerintahan dan keuangan daerah tetap sehat. Ketika fondasinya kuat, pembangunan ke depan akan lebih mudah dijalankan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah, Pemkab Kayong Utara memilih melakukan optimalisasi pendapatan tanpa menambah beban masyarakat melalui kenaikan pajak maupun penambahan utang daerah.
Strategi yang ditempuh antara lain melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah yang sah.
Upaya intensifikasi dilakukan dengan memperbaiki sistem pendataan objek pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), agar potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap dapat dimaksimalkan.
Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan dengan menggali sumber pendapatan baru yang memiliki potensi meningkatkan penerimaan daerah.
Salah satu sektor yang saat ini mulai memberikan kontribusi adalah retribusi tenaga kerja asing yang bekerja pada proyek strategis nasional di wilayah Kabupaten Kayong Utara.
“Dari retribusi tenaga kerja asing saat ini sudah terealisasi sekitar Rp400 juta. Potensinya tahun ini diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar dan tahun depan bisa mencapai Rp3,5 miliar,” ungkapnya.
Selain meningkatkan pendapatan, pemerintah daerah juga terus melakukan efisiensi belanja dengan memprioritaskan penggunaan anggaran pada program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
Menurut Romi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan APBD agar tetap mampu mendukung program pembangunan secara berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.
“Yang kita lakukan adalah memastikan APBD tetap sehat. Alhamdulillah sampai hari ini kondisi keuangan daerah tetap terjaga,” pungkasnya. *** Julizal











