Serangan Drone Terbesar Ukraina Guncang Moskow, Kilang Minyak Terbakar dan Bandara Lumpuh
KLIKWARTAKU — Ibu kota Rusia diguncang serangan drone terbesar yang pernah dilancarkan Ukraina sejak perang skala penuh pecah lebih dari empat tahun lalu. Hampir 200 drone menghantam berbagai target di sekitar Moskow, memicu ledakan besar dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke langit.
Pemerintah daerah Moskow melaporkan sedikitnya 17 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Di wilayah Rostov, Rusia selatan, sebuah depot minyak terbakar setelah terkena serangan, menewaskan satu orang.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan hampir 1.000 drone serta empat rudal jelajah Ukraina dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Meski demikian, sejumlah fasilitas strategis tetap mengalami kerusakan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengonfirmasi bahwa pasukannya kembali menyerang wilayah Moskow menggunakan kemampuan serangan jarak jauh yang terus dikembangkan Kyiv. “Sudah saatnya perang ini diakhiri dan Rusia harus mengambil langkah diplomatik yang diperlukan,” kata Zelensky.
Ia menyebut serangan besar tersebut sebagai respons terhadap serangan Rusia ke Kyiv pekan lalu yang menyebabkan sebuah bangunan keagamaan bersejarah terbakar. “Kami tidak pernah menginginkan perang ini. Tetapi jika Ukraina terbakar, maka Moskow juga akan merasakan akibatnya,” ujar Zelensky.
Kilang Minyak Moskow Kembali Jadi Sasaran
Salah satu target utama serangan adalah Kilang Minyak Kapotnya di tenggara Moskow. Fasilitas tersebut dilaporkan terkena serangan untuk ketiga kalinya dalam sebulan terakhir dan kedua kalinya dalam pekan ini.
Ledakan yang terjadi memicu kebakaran hebat. Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan tutup tangki penyimpanan minyak berukuran besar terlempar puluhan meter ke udara akibat kuatnya ledakan.
Tidak jauh dari lokasi, sebuah pusat perbelanjaan juga dilaporkan terbakar setelah tertimpa puing-puing drone yang berhasil ditembak jatuh sistem pertahanan udara Rusia. Beberapa gedung apartemen bertingkat tinggi di sekitar lokasi kejadian dievakuasi sebagai langkah antisipasi.
Empat Bandara Moskow Ditutup Sementara
Dampak serangan tidak hanya dirasakan di kawasan industri. Otoritas penerbangan Rusia terpaksa menutup sementara empat bandara utama di Moskow demi alasan keamanan. Akibatnya, lebih dari 500 penerbangan dibatalkan atau mengalami keterlambatan, menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas transportasi udara di Rusia.
Meski pemerintah Rusia melarang publikasi gambar dampak serangan drone, puluhan video tetap beredar di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan drone melintas di siang hari serta ledakan yang terjadi di kawasan industri pinggiran Moskow.
Strategi Baru Ukraina Bawa Perang ke Jantung Rusia
Pengamat militer menilai serangan ini menunjukkan perubahan strategi Ukraina yang kini berupaya membawa dampak perang langsung ke wilayah Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, Kyiv secara agresif mengembangkan drone jarak jauh yang mampu menjangkau target hingga ratusan kilometer dari perbatasan.
Moskow sendiri berjarak sekitar 500 kilometer dari wilayah Ukraina. Serangan drone Ukraina pertama yang berhasil mencapai ibu kota Rusia terjadi pada 2023. Namun kala itu jumlahnya masih terbatas. Kini, serangan dilakukan secara masif dengan puluhan hingga ratusan drone sekaligus untuk membebani sistem pertahanan udara Rusia.
Taktik yang sering digunakan adalah mengirim drone umpan dalam jumlah besar untuk memetakan kelemahan radar dan sistem pertahanan sebelum gelombang serangan utama diluncurkan.
Pertahanan Udara Rusia Dipertanyakan
Serangan terbaru ini diperkirakan akan memicu pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem pertahanan udara Rusia yang selama ini dibangun berlapis di sekitar ibu kota. Meski sebagian besar drone berhasil dihancurkan, sejumlah target strategis tetap terkena dampak.
Para ahli menilai tidak ada sistem pertahanan udara yang mampu memberikan perlindungan sempurna terhadap serangan drone modern dalam jumlah sangat besar. Di sisi lain, Ukraina melaporkan bahwa Rusia juga melancarkan lebih dari 200 drone dan sejumlah rudal balistik ke berbagai wilayah Ukraina pada malam yang sama.
Putin Belum Berkomentar
Hingga berita ini ditulis, Presiden Rusia Vladimir Putin belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan besar yang mengguncang Moskow tersebut. Saat serangan berlangsung, Putin diketahui tengah menghadiri pertemuan para pemimpin Asia Tenggara di Kota Kazan, Rusia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha melalui media sosial menyindir warga Moskow yang mempertanyakan penyebab ledakan dan gangguan yang terjadi di ibu kota Rusia. “Jika Anda bertanya apa yang sedang terjadi, jawabannya sederhana. Negara Anda memulai perang agresi terhadap negara kami dan selama bertahun-tahun telah membunuh rakyat kami,” tulis Sybiha.
Ia kemudian menambahkan pesan langsung kepada warga Rusia: “Tanyakan kepada Putin kapan perang ini akan diakhiri.” ***












