60 Booth Kuliner dan Wastra hingga Layanan ‘One Stop Serivice UMKM’ Ramaikan Saprahan Khatulistiwa ke-6 di Pontianak
KLIKWARTAKU – Di tengah dinamika perekonomian global dan domestik yang masih penuh tantangan, Kalimantan Barat patut bersyukur karena stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dengan baik. Kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, termasuk menahan kenaikan harga BBM subsidi, memberikan dampak terjaganya dayabeli masyarakat sekaligus menjaga iklim usaha di sektor riil. Kondisi ini menjadi pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat peran sebagai katalisator pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis yang berfokus pada pengembangan UMKM lokal agar semakin naik kelas. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan produktivitas berbasis pengembangan klaster dengan mekanisme Good Agriculture Practice, pelaksanaan inkubasi bisnis, onboarding digitalisasi, showcase UMKM unggulan, hingga fasilitasi business matching pembiayaan dan penjualan.
Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pengembangan UMKM yang terintegrasi, Bank Indonesia secara konsisten menyelenggarakan Saprahan Khatulistiwa sebagai flagship event tahunan. Memasuki penyelenggaraan tahun keenam sekaligus tahun kedua kolaborasi dengan Kalbar Food Festival, Saprahan Khatulistiwa 2026 mengusung tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”. Tema ini mencerminkan semangat besar untuk memperkuat ekonomi daerah melalui tiga tujuan strategis utama. Pertama, mendorong penguatan kelembagaan UMKM agar mampu terintegritas dalam rantai pasok yang lebih luas, kuat, dan berkelanjutan melalui fasilitasi business matching. Kedua, memperkuat sinergi pengembangan UMKM dan pariwisata Kalimantan Barat guna meningkatkan eksposur pasar yang lebih Potensial. Ketiga, memperkuat keuangan inklusif melalui pemanfaatan teknologi, khususnya melalui perluasan adopsi sistempembayaran digital bagi UMKM dan sektor jasa pariwisata.
Di tengah tantangan ekonomi domestik tahun 2026, Bank Indonesia Kalimantan Barat tetap optimistis bahwa Saprahan Khatulistiwa akan memberikan kinerja yang positif. Optimisme tersebut tercermin dari target strategis yang telah ditetapkan, yaitu realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,65 miliar, business matching penjualan sebesar Rp2,10 miliar, keterlibatan 30 UMKM dalam program inkubasi bisnis berorientasi ekspor, sertatarget kunjungan masyarakat sebanyak 21.400 pengunjung.
Untuk mencapai target tersebut, rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2026 dirancang secara lebih holistik melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pada tahap pre-event, sejumlah agenda strategis telah sukses dilaksanakan, seperti Temu UMKM dalam bentuk forum dan capacity building, partisipasi dalam Expo UMKM x Sampoerna Fest dan Loka Kreasi, pelatihan serta sertifikasi desa wisata prioritas bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Barat, program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI), hingga pelatihan pengembangan motif Tenun Sintang untuk menghasilkan produk ready-to-wear.
Sebagai puncak kegiatan, Main Event Saprahan Khatulistiwa 2026 diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 6 Mei 2026 di Ayani Mega Mall Pontianak. Dibuka pada tanggal 4 Mei 2026 oleh Ricky P. Gozali, Deputi Gubernur Bank Indonesia bersama GubernurKalimantan Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah ProvinsiKalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes, kegiatan ini menghadirkan beragam agenda unggulan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai strategis. Berbagai kegiatan seperti edukasi Ngander Kapuas, perlombaan LiberiKhatulistiwa, Kalbar Food Festival, Temu Bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta QRIS, bincang wastra, hingga fashion showdirancang untuk memperkuat promosi, edukasi, dan pengembangan kapasitas UMKM serta pariwisata. Sementara itu, Expo UMKM dengan dukungan lebih dari 60 booth UMKM akan terus berlangsung hingga 10 Mei 2026, memperluas peluang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia Kalimantan Barat komitmen untuk terus memperkuat peran sebagaipenggerak utama pengembangan ekonomi daerah, khususnya dalammenciptakan UMKM lokal yang inklusif, terdigitalisasi, dan berdaya saing global. Keberhasilan penyelenggaraan SaprahanKhatulistiwa 2026 tentu tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, instansi vertikal, perbankan dan lembaga keuangan, asosiasi, komunitas, pelaku usaha, media massa, serta seluruh masyarakatyang telah berpartisipasi aktif.
Saprahan Khatulistiwa diharapkan tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam mempercepat transformasi UMKM dan pariwisata Kalimantan Barat menuju ekosistem ekonomi yang lebih maju, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat, Kalimantan Barat optimistis mampu melahirkan UMKM unggulan yang siap bersaing di pasar nasional maupun global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.







