klikwartaku.com
Beranda Internasional Tiga Kapal Diserang Proyektil Misterius di Selat Hormuz, Ketegangan Perang Iran-AS-Israel Memanas

Tiga Kapal Diserang Proyektil Misterius di Selat Hormuz, Ketegangan Perang Iran-AS-Israel Memanas

Tiga kapal kargo diserang proyektil misterius di Selat Hormuz saat konflik Iran, AS, dan Israel memanas. Jalur pengiriman minyak dunia terancam dan harga energi melonjak. Foto: Tangkapan layar YouTube CNN

KLIKWARTAKU — Tiga kapal kargo dilaporkan terkena serangan proyektil tak dikenal di perairan strategis Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu arteri utama perdagangan minyak dunia. Otoritas maritim menyebut insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Serangan terhadap kapal-kapal tersebut terjadi ketika lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun tajam sejak operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Ketegangan itu mendorong lonjakan harga energi global.

Kapal Thailand Terbakar, Awak Dievakuasi

Angkatan Laut Thailand menyatakan sebuah kapal berbendera Thailand terkena serangan sekitar 11 mil laut di utara Oman. Serangan itu memicu kebakaran di atas kapal.

Angkatan Laut Kerajaan Thailand menyebut 23 awak kapal berhasil diselamatkan dalam operasi darurat. Iran kemudian mengakui berada di balik serangan tersebut. Teheran menyatakan kapal tersebut mengabaikan peringatan yang telah diberikan sebelumnya.

Kapal Jepang dan Kapal Kargo Lain Juga Terkena Serangan

Sebuah kapal kontainer berbendera Jepang juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan setelah terkena serangan sekitar 46 kilometer dari pantai Uni Emirat Arab, menurut perusahaan keamanan maritim Vanguard.

Sementara itu, kapal kargo ketiga terkena serangan sekitar 93 kilometer di barat laut Dubai, menurut laporan UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Otoritas maritim menyatakan penyebab serangan masih dalam penyelidikan dan mengimbau kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan.

Iran Ancam Blokir Minyak untuk AS dan Israel

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membiarkan pasokan minyak menuju Amerika Serikat, Israel, maupun sekutunya melewati Selat Hormuz. Juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari mengatakan setiap kapal tanker yang menuju negara-negara tersebut akan dianggap sebagai target sah.

Ia bahkan memperingatkan harga minyak global dapat melonjak hingga sekitar US$200 per barel—setara sekitar Rp3,2 juta per barel (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS)—jika stabilitas kawasan terus terganggu.

Ancaman Trump dan Risiko Pasar Energi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran agar tidak menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz. Trump mengatakan jika Iran menghentikan aliran minyak di kawasan tersebut, Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz. Konflik yang sedang berlangsung membuat lalu lintas kapal menurun drastis dan memicu lonjakan harga minyak global.

Harga minyak sempat mendekati US$120 per barel atau sekitar Rp1,92 juta per barel, sebelum turun ke sekitar US$87 per barel atau sekitar Rp1,39 juta per barel, masih hampir 20 persen lebih tinggi dibanding sebelum konflik.

Serangan Rudal dan Drone Meluas di Timur Tengah

Sementara itu, pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim meluncurkan serangan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk pangkalan Al Udeid Air Base di Qatar, Camp Arifjan di Kuwait, serta pangkalan Harir Air Base di Irak.

Arab Saudi mengatakan berhasil mencegat enam rudal balistik yang mengarah ke Prince Sultan Air Base serta dua drone yang menuju ladang minyak di wilayah timur negara tersebut. Di Dubai International Airport, dua drone jatuh di dekat bandara dan melukai empat orang. Meski demikian, otoritas menyatakan operasional penerbangan tetap berjalan normal.

Konflik Regional Kian Meluas

Militer Israel melaporkan mendeteksi gelombang baru rudal dari Iran yang menargetkan kota-kota seperti Tel Aviv dan Haifa. Israel juga mengklaim melancarkan serangan besar ke sejumlah infrastruktur pemerintah Iran.

Di Lebanon, Kementerian Kesehatan setempat menyebut tujuh orang tewas dan 23 lainnya terluka akibat serangan di wilayah Bekaa Valley. Sejak 2 Maret, total korban tewas akibat serangan Israel disebut telah mencapai sekitar 570 orang.

Serangan tersebut terjadi setelah kelompok bersenjata Hezbollah menembakkan roket dari Lebanon ke wilayah Israel, sehingga memperluas konflik yang kini mengguncang sebagian besar kawasan Timur Tengah.***

Bagikan:

Iklan