Terminal Kijing Bikin Proyek Baru, Siap Topang Hilirisasi dan Proyek Strategis Nasional di Kalbar
KLIK WARTAKU – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak memperkuat posisi Terminal Kijing sebagai simpul logistik utama Kalimantan Barat melalui serangkaian proyek ekspansi.
Rencana pengembangan meliputi pembangunan terminal khusus curah cair (dedicated liquid bulk terminal), penambahan pipe rack, perluasan dermaga di Jetty 1 dan Jetty 2, serta penataan zona logistik untuk tenant baru.
Langkah ini selaras dengan pertumbuhan aktivitas kargo yang didukung oleh hinterland kuat, mengingat Kalimantan Barat merupakan produsen kelapa sawit terbesar ketiga nasional.
Terminal Kijing menjadi pintu keluar utama komoditas CPO dan produk turunannya, sekaligus batu loncatan bagi integrasi logistik regional.
Sejak mulai beroperasi pada 2022, Terminal Kijing mencatat tren throughput positif, dengan pertumbuhan curah kering sebesar 225% pada semester I-2025.
Infrastruktur yang mampu melayani hingga 12 kapal sekaligus, termasuk kapal 100.000 DWT, membuat terminal ini cocok menangani berbagai komoditas strategis, dari batubara dan pupuk hingga kargo berat.
Terminal ini juga berperan dalam proyek-proyek besar, termasuk penanganan kargo untuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) oleh PT Borneo Alumina Indonesia, serta bongkar muat Caustic Soda Liquid bersama Pertamina Patra Niaga dan mitra logistik lainnya.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Terminal Kijing diposisikan untuk mendukung proyek SGAR 2, Smelter Mempawah, dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Kawasan Terintegrasi Khusus Aluminium.
“Pengembangan infrastruktur ini akan memperkuat kontribusi PTP Nonpetikemas pada agenda hilirisasi nasional dan memastikan kelancaran rantai pasok dari Kalimantan Barat ke pasar global,” ujar Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani.







