Serangan Rudal Hantam Sekolah di Iran, 153 Orang Termasuk Anak-anak Tewas
KLIKWARTAKU — Sedikitnya 153 orang, termasuk anak-anak, dilaporkan tewas setelah sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan, dihantam serangan rudal. Pemerintah Iran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas insiden yang disebut sebagai salah satu tragedi sipil paling mematikan dalam eskalasi konflik terbaru.
Sekolah tersebut berada di Provinsi Hormozgan, sekitar 600 meter dari sebuah pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran serangan. Seorang pejabat setempat menyebut sekolah itu terkena tiga serangan rudal secara beruntun.
Militer Amerika Serikat melalui Central Command (Centcom) menyatakan tengah menyelidiki laporan tersebut. “Kami menanggapi laporan ini dengan sangat serius. Perlindungan warga sipil adalah prioritas utama,” kata juru bicara Centcom, Tim Hawkins, seperti dikutip media Amerika.
Sementara itu, militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya operasi pasukan pertahanan Israel di wilayah tersebut.
Sekolah Diduga Beroperasi Saat Diserang
Iran menerapkan sistem kerja enam hari, dari Sabtu hingga Kamis, dengan Jumat sebagai satu-satunya hari libur resmi. Kondisi ini membuat sekolah tersebut diduga sedang beroperasi saat serangan terjadi.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, sejak Sabtu, sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan udara di berbagai wilayah Iran. Tim tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi sekolah di Minab untuk mengevakuasi korban.
Rekaman video yang diverifikasi memperlihatkan asap membumbung dari bangunan yang rusak, sementara warga berlarian dan terdengar teriakan panik. Namun, jumlah korban tewas belum dapat diverifikasi secara independen karena keterbatasan akses jurnalis asing ke Iran.
Kecaman Presiden dan Reaksi Publik
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan biadab” dan “lembaran hitam baru dalam catatan panjang kejahatan para agresor”.
Di media sosial, kemarahan publik meluas. Sejumlah warga Iran, termasuk yang tinggal di luar negeri, mengecam keras serangan terhadap sekolah. Namun, sebagian warganet juga mempertanyakan tanggung jawab pemerintah Iran dalam melindungi warga sipil, dengan menyoroti minimnya peringatan, terputusnya internet, dan ketiadaan tempat perlindungan.
Eskalasi Berlanjut
Tragedi di Minab terjadi di tengah gelombang serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di sejumlah kota Iran. Serangan berlanjut hingga Minggu, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan udara terpisah.
Situasi ini memperdalam krisis kemanusiaan di Iran dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah, dengan warga sipil kembali menjadi korban utama.***









