Ramadhan Bulan Penghapus Dosa, IKSAS Kalbar Serukan Perbanyak Ibadah
KLIK WARTAKU — Dewan Penasihat IKSAS (Ikatan Santri dan Alumni Abdussalam) Kalbar, H. M. Taufid Astian, menyampaikan pesan tegas kepada umat Islam khususnya Alumni Ponpdok Abdussalam agar tidak menyia-nyiakan momentum bulan suci Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menumpuk amal kebaikan sekaligus menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bulan penuh ampunan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Marilah kita memanfaatkan semaksimal mungkin momentum Ramadhan ini. Karena Ramadhan adalah momen di mana kita menumpuk sebanyak mungkin amal kebaikan dan menghapus segala kesalahan,” tegasnya.
Ia pun mengutip salah satu hadis Rasulullah SAW yang berisi peringatan keras bagi umat Islam yang melewati Ramadhan tanpa memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Hadis Rasulullah SAW
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Artinya:
“Celaka (hina) seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian bulan itu berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)
Menurut H. Ustad Taufid Astian, hadis tersebut menjadi peringatan keras bahwa sangat merugi seseorang yang memasuki Ramadhan namun tidak mendapatkan pengampunan dosa.
“Itu artinya ketika bulan Ramadhan, ia sama sekali tidak melakukan kebaikan. Minimal ibadah wajib jangan sampai ditinggalkan. Itu saja sudah cukup menjadi sebab penghapusan dosa di bulan Ramadhan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan rahmat, maghfirah (ampunan), dan pembebasan dari api neraka. Oleh sebab itu, setiap Muslim wajib menjaga kualitas ibadahnya, memperbanyak sedekah, memperkuat silaturahmi, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Momentum Ramadhan, lanjutnya, tidak boleh berlalu tanpa perubahan diri. Sebab tidak ada jaminan seseorang akan kembali dipertemukan dengan Ramadhan di tahun berikutnya.
Pesan tersebut ia tutup dengan doa dan harapan agar seluruh umat Islam dapat menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan.
“Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadi bulan penghapus dosa dan peningkat derajat kita di sisi Allah SWT. Mudah-mudahan bermanfaat,” tutupnya.








