klikwartaku.com
Beranda Internasional Putra Politikus Oposisi Venezuela Peringatkan Trump: Jangan Terkecoh Janji Pembebasan Tahanan Politik

Putra Politikus Oposisi Venezuela Peringatkan Trump: Jangan Terkecoh Janji Pembebasan Tahanan Politik

Putra politikus oposisi Venezuela yang dipenjara meminta Donald Trump tidak terkecoh janji pemerintah Caracas soal pembebasan tahanan politik, karena baru puluhan orang yang benar-benar dibebaskan. Foto: Tangkapan layar YouTube BBC News

KLIKWARTAKU — Putra seorang politikus oposisi Venezuela yang dipenjara memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak mudah percaya terhadap janji pemerintah Caracas mengenai pembebasan tahanan politik. Peringatan itu muncul di tengah klaim bahwa hanya sebagian kecil tahanan yang benar-benar dibebaskan.

Ramón Guanipa, putra dari tokoh oposisi Juan Pablo Guanipa, mengatakan bahwa Trump seharusnya terus menekan pemerintah Venezuela. Ia menilai klaim pembebasan tahanan yang disampaikan otoritas setempat tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Saya ingin mengatakan kepada Presiden Trump agar tidak terkecoh dan tetap memberi tekanan kepada mereka,” kata Ramón Guanipa dalam wawancara dengan BBC Mundo.

Pemerintah Venezuela sebelumnya mengumumkan akan membebaskan para tahanan yang oleh kelompok hak asasi manusia dikategorikan sebagai tahanan politik. Langkah itu disebut sebagai “isyarat itikad baik” setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro dalam operasi di Caracas pada awal Januari dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkotika.

Donald Trump pada Sabtu lalu bahkan menyampaikan terima kasih kepada otoritas Venezuela melalui media sosial. Ia menyebut proses pembebasan telah dimulai “dalam skala besar”. Namun, menurut Ramón Guanipa, realitasnya jauh berbeda.

“Dari lebih 800 tahanan politik, sejauh ini hanya sekitar 40 orang yang benar-benar dikonfirmasi telah dibebaskan,” ujar Ramón. Angka itu jauh di bawah klaim pemerintah yang menyebut lebih dari 100 tahanan telah dilepaskan.

Beberapa tokoh oposisi memang telah dipastikan bebas, termasuk pengacara HAM Rocío San Miguel. Kementerian Luar Negeri Spanyol juga mengonfirmasi pembebasan lima warga negaranya. Meski demikian, keluarga tahanan lain mengaku masih menunggu tanpa kepastian.

Juan Pablo Guanipa sendiri ditangkap pada Mei 2025 setelah sebelumnya bersembunyi. Ia dituduh melakukan terorisme dan pengkhianatan karena menentang hasil pemilu presiden 2024 yang dinilai Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memenuhi prinsip transparansi dan integritas.

Ramón Guanipa mengatakan ia hanya diizinkan menjenguk ayahnya satu kali sejak penahanan tersebut. Ketika mendengar rencana pembebasan tahanan, ia segera terbang ke Caracas dengan harapan ayahnya termasuk yang dibebaskan.

“Ketika mereka bilang keluarga Anda akan dibebaskan, semua hal lain terasa kecil,” katanya. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah tidak termasuk dalam daftar.

Di luar penjara El Helicoide—penjara paling terkenal di Venezuela yang selama ini dituding sebagai simbol represi politik—keluarga para tahanan masih berjaga. Mereka menuntut kejelasan nasib kerabat yang ditahan tanpa informasi resmi.

Kelompok oposisi dan organisasi HAM menilai pembebasan tahanan politik sebagai langkah mendesak menuju transisi kekuasaan di Venezuela. Namun, lambannya realisasi janji tersebut memicu keraguan atas kesungguhan pemerintah sementara Caracas untuk benar-benar bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Situasi ini sekaligus menjadi ujian awal pengaruh Donald Trump terhadap dinamika politik Venezuela pasca-penangkapan Nicolás Maduro.***

Bagikan:

Iklan