Penembakan di Acara Wartawan Gedung Putih, Polisi Tangkap Pria Bersenjata di Washington
KLIKWARTAKU — Aparat keamanan Amerika Serikat menangkap seorang pria bersenjata setelah terjadi insiden penembakan di hotel tempat berlangsungnya acara White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu malam waktu setempat.
Tersangka diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal Torrance, wilayah Los Angeles. Menurut sumber penegak hukum yang dikutip media Internasional, Allen mengaku berniat menargetkan pejabat dalam pemerintahan Donald Trump.
Insiden terjadi di Washington Hilton, lokasi berlangsungnya acara tersebut. Laporan awal menyebutkan antara lima hingga delapan tembakan dilepaskan saat kejadian.
Kepala Kepolisian sementara Washington, Jeffery Carroll, mengatakan petugas keamanan sempat terlibat baku tembak dengan tersangka. Namun, ia tidak merinci jumlah tembakan yang dilepaskan. “Tersangka tidak terkena tembakan dan dibawa ke rumah sakit untuk evaluasi,” ujar Carroll dalam konferensi pers.
Polisi menyebut Allen merupakan tamu hotel dan saat diamankan membawa sejumlah senjata, termasuk senapan, pistol, dan beberapa pisau. “Sejauh ini, pelaku diduga bertindak sendiri,” kata Carroll.
Foto yang diunggah oleh Donald Trump memperlihatkan seorang pria tanpa baju dalam kondisi tangan diborgol di lantai, dikelilingi agen Secret Service. Sementara itu, aparat Federal Bureau of Investigation melakukan penggeledahan di sebuah alamat di California yang diduga terkait dengan tersangka.
Berdasarkan informasi, Allen diketahui pernah bekerja di perusahaan bimbingan belajar C2 Education di Torrance dan sempat menerima penghargaan “Teacher of the Month” pada Desember 2024. Ia juga merupakan lulusan California Institute of Technology pada 2017.
Jaksa Amerika Serikat untuk Washington, Jeanine Pirro, menyatakan tersangka menghadapi dua dakwaan, yakni penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan dan penyerangan terhadap aparat federal dengan senjata berbahaya.
Ia menambahkan, tersangka akan didakwa secara resmi di pengadilan federal pada Senin mendatang. Insiden ini menambah daftar kekhawatiran terkait keamanan dalam acara besar yang melibatkan pejabat tinggi dan jurnalis di Amerika Serikat.***







