Pemkot Pontianak Anggarkan Rp 1 Triliun untuk Olah Limbah, BPKP Kalbar: Jangan Sampai Buat Perusahaan Baru
KLIKWARTAKU – Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat, Rudy M. Harahap mengingatkan PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak untuk melakukan mitigasi terhadap rencana Pemkot Pontianak yang telah menganggarkan Rp 1 triliun untuk pengolahan limbah. Menurutnya, jangan sampai Pemkot Pontianak merubah kebijakan dan membuat perusahaan baru.
“Jadi saya cerita juga, karena Pak Wali itu mau mengembangkan sistem pengolahan air limbah, ISPAL, hampir Rp 1 triliun anggarannya, itu harus dimitigasi resikonya oleh Perumdam. Jangan sampai kebijakannya berubah atau tidak dipercaya Perumdam terus dibikin perusahaan baru. Perusahaan pengolahan air limbah seperti di Banjarmasin. Akibatnya, pendapatan yang potensinya besar seperti banyak di luar negeri itu justru keuntungan perusahaan air minum itu dari pengolahan air limbah. Jadi begitu masyarakat keluar air limbah, itu di-bill sama Perumdamnya kalau dia ngambil air bersih itu lebih murah. Tapi begitu dibuang, baik itu air dari wastafel, dari wc, itu dikelola bener,” ungkap Rudy pada Selasa (20/1/2026).
Rudy bilang, saat ini Kota Pontianak sedang menuju ke masa di mana air limbah bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Nah kita, sedang menuju ke sana. Jadi ndak bisa lagi nanti 5 tahun ke depan di Pontianak ini orang bikin rumah. ruko wc-nya sendiri, tapi harus di satu instansi pengolahan. Bisa dibayangkan tuh berapa pendapatannya karena mengolah air limbah ini,” tambahnya.
Rudy juga menyebutkan, pendapatan Pemkot Pontianak banyak diperoleh dari retribusi sampah sehingga perlu untuk dilakukan diperbaharui tarifnya serta dilakukan mitigasi resikonya.
“Tidak hanya air karena di Pontianak ini salah satu yang hebat itu retribusi sampah ditumpangkan bill-nya di Perumdam. Itu juga harus dimitigasi resikonya, jangan sampai nanti gagal
sistemnya. Terus kemudian tarifnya tak pernah di-update. Jadi, uang-uang pemerintah Kota Pontianak itu banyak dari retribusi sampah,” ujarnya.






