Liam McCay, Musisi Muda dengan 14 Nama Panggung dan Jutaan Pendengar di Spotify
KLIKWARTAKU — Di usia baru 20 tahun, Liam McCay telah menjadi fenomena di dunia musik digital. Musisi asal County Donegal, Irlandia, ini sukses menarik jutaan pendengar setiap bulan di Spotify — bukan dengan satu nama panggung, melainkan 14 alias berbeda.
Semua berawal dari kamar kecil di rumahnya di Buncrana, tempat Liam mulai bereksperimen dengan musik saat masih remaja. “Awalnya saya pakai satu nama, Moon Water, tapi lama-lama saya bosan dan mulai bikin musik dengan gaya berbeda,” ujarnya. “Jadi saya buat nama baru untuk setiap proyek.”
Kini, beberapa nama alias Liam seperti Sign Crushes Motorist dan Take Care telah mengumpulkan masing-masing lebih dari 2 juta pendengar bulanan di Spotify. Ia dikenal lewat genre slowcore — subgenre indie rock dengan tempo lambat dan nuansa melankolis — namun juga kerap bereksperimen dengan musik akustik dan rap.
Dari Kamar Tidur ke Hollywood
Perjalanan Liam menuju panggung global dimulai tanpa sorotan publik. Ia merilis musik secara anonim di platform daring, mengandalkan forum musisi untuk mendapatkan masukan. “Saya malu menunjukkan lagu saya ke orang sekitar,” kenangnya. “Musiknya juga cukup emosional, jadi saya hanya berharap ada yang mau mendengarkan secara online.”
Perlahan, lagu-lagunya viral di media sosial. Salah satu karyanya bahkan sempat menembus peringkat ketiga di Billboard TikTok Top 50 pada 2023. Namun bagi Liam, kesuksesan bukan alasan untuk berfoya-foya. “Saya tidak membeli mobil sport atau semacamnya,” ujarnya sambil tertawa. “Saya ingin musik tetap terasa seperti hobi yang menyenangkan.”
Pindah ke Los Angeles dan Mengejar Mimpi
Setelah sempat kuliah ilmu komputer di Belfast, Liam akhirnya memilih keluar dan fokus penuh pada musik. Ia kini menetap di Los Angeles, tampil di berbagai panggung, dan baru saja merilis album akustik berjudul Dead Calm.
“Album ini paling ceria dan cocok untuk dibawakan langsung di panggung. Seru banget,” katanya. Selain musik, Liam juga bercita-cita menjajal dunia akting dan perfilman. Meski banyak label besar menawarinya kontrak, ia memilih tetap independen.
“Saya suka kebebasan membuat musik sesuka hati,” ujarnya. “Beberapa orang menyarankan saya memakai satu nama saja agar lebih terkenal, tapi saya tidak mau. Justru seru kalau fans harus mencari karya saya satu per satu.”
Dengan 14 alias dan jutaan penggemar di seluruh dunia, Liam McCay membuktikan bahwa identitas musik tak harus tunggal untuk bisa bersinar. Dari Buncrana hingga Hollywood, perjalanannya menjadi bukti bahwa kreativitas tanpa batas mampu menembus industri global.***








