IHSG Menguat Tipis ke Level 6.177 Usai Pengumuman MSCI
KLIKWARTAKU – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,08 persen atau 4,80 poin ke level 6.177 pada akhir perdagangan Jumat (19/6). Meski bergerak di zona hijau, tekanan pada sejumlah saham sektor properti dan industri dasar membatasi laju penguatan indeks.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sebanyak 332 saham menguat, 342 saham melemah, dan 141 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 32,25 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,75 juta kali.
Nilai transaksi sepanjang perdagangan tercatat sebesar Rp26,44 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp10.812 triliun.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya lima sektor yang berhasil ditutup di zona hijau. Sektor properti menjadi salah satu sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 1,86 persen secara sektoral.
Pelemahan sektor properti dipimpin oleh saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang anjlok 6,72 persen ke level Rp555. Disusul PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang turun 3,29 persen ke Rp294 dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang terkoreksi 2,65 persen ke Rp550.
Tekanan juga terjadi pada sektor industri dasar. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,49 persen ke Rp1.700, sedangkan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 3,15 persen ke Rp1.075.
Di tengah tekanan sejumlah sektor, aktivitas perdagangan tetap berlangsung aktif. Berdasarkan nilai transaksi, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp2,51 triliun.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp2,29 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp1,63 triliun.
Sementara itu, daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers dipimpin oleh PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang melonjak 20 persen ke level Rp7.800. Disusul PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang menguat 14,04 persen ke Rp1.990 dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik 13,40 persen ke Rp11.000.
Di sisi lain, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar atau top losers dipimpin oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang merosot 14,83 persen ke level Rp2.700. Kemudian PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 7,19 persen ke Rp2.580 dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang terkoreksi 6,72 persen ke Rp555.
Pergerakan IHSG yang masih mampu bertahan di zona hijau menunjukkan adanya dukungan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar, meskipun tekanan pada sektor properti dan beberapa emiten unggulan masih membayangi sentimen pasar. **








