Ibas Dorong Penguatan Ekosistem E-Sports Nasional
KLIKWARTAKU – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan ekosistem e-sports nasional sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi digital dan peningkatan prestasi generasi muda Indonesia.
“E-sports bukan lagi sekadar hobi. E-sports adalah prestasi, profesi, dan bagian dari ekonomi digital nasional,” ujar Ibas, Senin 8 Juni 2026.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari 210 juta pengguna internet, yang mayoritas merupakan generasi muda. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri e-sports global.
Ibas juga menyoroti capaian atlet e-sports Indonesia yang sejak 2018 telah menyumbang 18 medali emas, 10 perak, dan 10 perunggu di berbagai ajang internasional. Namun, ia menegaskan bahwa prestasi tersebut masih perlu ditopang ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah bersama PB ESI disebut telah menjalankan sejumlah program pembinaan, mulai dari pemusatan latihan nasional, sertifikasi pelatih, kompetisi berjenjang, hingga pengembangan akademi e-sports. Saat ini, liga e-sports nasional telah menjaring lebih dari 126.000 atlet.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain ketimpangan pembinaan daerah, keterbatasan pelatih profesional, infrastruktur digital, serta stigma terhadap e-sports di sebagian masyarakat dan dunia pendidikan.
Ibas mendorong penguatan akademi daerah, percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan sport science, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, DPR, industri, dan PB ESI.
“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen talenta digital dunia,” katanya.
Dalam forum tersebut, sejumlah pemangku kepentingan juga menyoroti kendala menuju Asian Games, termasuk belum dimulainya pemusatan latihan, keterbatasan fasilitas latihan, perangkat pertandingan, hingga kebutuhan pendanaan pelatih dan tenaga pendukung.
Perwakilan industri juga menyoroti masih adanya stigma terhadap e-sports di dunia pendidikan, serta perlunya sinkronisasi regulasi antara sektor olahraga, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Menanggapi hal itu, sejumlah anggota DPR RI menyatakan komitmen untuk mengawal penguatan ekosistem e-sports nasional, termasuk melalui dukungan infrastruktur digital, pembinaan atlet daerah, dan penguatan regulasi lintas sektor.
Ibas menegaskan bahwa e-sports harus dipandang sebagai gerakan jangka panjang untuk pengembangan talenta dan ekonomi digital nasional.
“Esports bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi muda Indonesia,” ujarnya.***








